DUNIA
Trump: Kesepakatan dengan Iran Tamat
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa masa depan kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran berada di ujung tanduk setelah gelombang serangan terbaru yang melibatkan kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Berbicara dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Trump menyatakan dirinya meyakini nota kesepahaman (MoU) dengan Iran pada praktiknya telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan setelah meningkatnya eskalasi militer di sekitar Selat Hormuz.
Trump melontarkan kritik keras kepada Teheran dan menuduh Iran melanggar gencatan senjata serta menyerang kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut Trump, upaya diplomasi dengan Iran tidak lagi memberikan hasil yang diharapkan.
“Kita membuang-buang waktu untuk berbicara dengan mereka,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa pemerintahannya kini lebih memilih mengambil langkah yang dianggap perlu daripada terus melanjutkan pembicaraan.
Dalam pidatonya, Trump juga menggunakan bahasa yang sangat keras terhadap pemerintah Iran, menyebut Teheran sebagai “pemain kotor” dan menuduhnya terus meningkatkan ancaman terhadap stabilitas kawasan.
Pernyataan itu muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone yang menargetkan puluhan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Hingga berita ini ditulis, klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.
IRGC menyebut serangan tersebut merupakan respons awal atas operasi militer Amerika Serikat yang sebelumnya menghantam sejumlah target di wilayah selatan Iran, termasuk kawasan Hormozgan dan Mahshahr.
Di sisi lain, pemerintah AS melalui Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan serangan terhadap target di Iran dilakukan sebagai respons atas aksi yang dituduhkan kepada Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Rangkaian aksi saling serang tersebut semakin memperburuk hubungan Washington dan Teheran yang sebelumnya sempat membuka ruang komunikasi melalui sebuah nota kesepahaman.
Meski Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan tersebut “sudah berakhir”, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Iran yang menyatakan nota kesepahaman itu secara formal dibatalkan.
Pernyataan terbaru Trump dipandang sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi kedua negara menghadapi tekanan besar di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
DUNIA09/10/2026 21:00 WIBPesawat di Riyadh Rusak Parah Usai Dirudal Houthi
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran