Connect with us

DUNIA

Trump: Tak Ada yang Tahu Siapa Pimpin Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Teka-teki siapa sosok pemegang kendali sesungguhnya di Iran kini menjadi misteri besar tingkat global. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara blak-blakan mengakui bahwa Washington saat ini buta soal siapa dalang utama yang menjalankan roda pemerintahan Teheran di tengah kecamuk perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam pernyataannya pada Selasa (6/10/2026), Trump melontarkan pengakuan mengejutkan yang mengindikasikan adanya kekosongan atau krisis kepemimpinan parah di pusaran kekuasaan Iran.

“Para pemimpin mereka sudah tidak ada, kelompok pemimpin kedua mereka juga sudah tidak ada. Masalah terbesar yang saya hadapi sekarang adalah tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya menjalankan negara itu,” tegas Trump, dikutip dari Reuters.

Pernyataan tajam Trump ini merujuk pada rentetan operasi mematikan yang menyapu bersih elite Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan presisi tingkat tinggi AS-Israel pada 28 Februari lalu. Tongkat estafet kekuasaan langsung diserahkan kepada putranya, Mojtaba Khamenei.

Namun, bukannya tampil mengonsolidasi kekuatan, Mojtaba justru raib ditelan bumi. Sejak hari pengangkatannya, ia belum satu kali pun menampakkan diri ke hadapan publik. Laporan intelijen menyebut Mojtaba turut menjadi korban luka parah dalam serangan mematikan yang menewaskan ayah dan anggota keluarganya tersebut.

Spekulasi liar pun tak terbendung. Beredar kabar bahwa Mojtaba diam-diam diterbangkan ke Rusia untuk mendapatkan perawatan intensif, meski Moskow dengan cepat membantah laporan tersebut. Selama berbulan-bulan, rezim Teheran hanya mengandalkan pesan tertulis tanpa wujud fisik yang diklaim berasal dari Mojtaba untuk disiarkan di media resmi pemerintah.

Ketidakhadiran fisik sang Pemimpin Tertinggi memicu dua teori besar yang kini beredar di lingkaran intelijen global: Mojtaba sedang dalam kondisi kritis dan tidak berdaya, atau ia sebenarnya telah tewas dan rezim Teheran mati-matian menutupi fakta tersebut untuk mencegah runtuhnya moral pasukan di tengah perang. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version