DUNIA
Israel Hizbullah Sepakat Perbarui Gencatan Senjata
AKTUALITAS.ID – Setelah bentrokan sengit selama hampir 24 jam yang kembali memicu kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah, Israel dan Hizbullah akhirnya sepakat memperbarui perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya berada dalam kondisi rapuh.
Kesepakatan tersebut dicapai pada Jumat (19/6/2026) setelah kedua pihak saling melancarkan serangan yang menewaskan puluhan orang dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan Hizbullah yang menewaskan empat tentara Israel di wilayah dekat Nabatieh, Lebanon selatan. Kelompok tersebut melancarkan rentetan roket dan drone sebagai respons atas penembakan yang sebelumnya dilakukan pasukan Israel.
Militer Israel kemudian membalas dengan serangan udara besar-besaran ke sejumlah lokasi di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Menurut otoritas kesehatan Lebanon, sedikitnya 47 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Ketegangan ini juga berdampak pada jalur diplomasi regional. Pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya digelar di Swiss untuk membahas implementasi kesepakatan baru terkait program nuklir Iran dan keamanan kawasan dilaporkan batal menyusul meningkatnya eskalasi konflik.
Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang membuka masa negosiasi selama 60 hari guna mencapai kesepakatan permanen mengenai program nuklir Iran sekaligus menjaga stabilitas jalur pelayaran minyak melalui Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut juga memuat seruan penghentian permusuhan di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi isi kesepakatan tersebut. Ia memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap perjanjian akan mendapat respons yang tegas.
Bentrok kali ini disebut sebagai salah satu eskalasi paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan sebelumnya. Meski demikian, menjelang Jumat malam situasi mulai mereda setelah kedua pihak kembali menyatakan komitmennya untuk menahan diri.
Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa negaranya tidak menginginkan perang yang berkepanjangan.
“Jika Hizbullah tidak menyerang kami, maka bagi kami ini bukanlah masa perang,” ujar pejabat tersebut.
Meski gencatan senjata kembali diperbarui, situasi di perbatasan Israel-Lebanon masih dinilai sangat rapuh. Pengamat menilai, satu insiden kecil saja berpotensi kembali memicu bentrokan berskala besar yang dapat menyeret lebih banyak pihak ke dalam konflik regional. (Mun)
-
NASIONAL04/08/2026 20:00 WIBIndonesia Resmi Tembus 290 Juta Penduduk
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene
-
DUNIA05/08/2026 00:00 WIBIran Tak Lagi Aman, Milisi Kurdi Klaim Gempur Pangkalan IRGC
-
NASIONAL04/08/2026 19:00 WIBTim Sembilan Kejagung Telusuri Jejak Emas Febrie
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun