DUNIA
Israel Tak Mau Tunduk pada Kesepakatan AS-Iran
AKTUALITAS.ID – Harapan lahirnya babak baru perdamaian di Timur Tengah kembali menghadapi ujian. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Israel tidak akan terikat pada kesepakatan damai yang baru saja disepakati antara Washington dan Teheran.
Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Israel kepada CNN. Menurut sumber itu, Netanyahu menyampaikan sikap tersebut tak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi langkah awal menuju perjanjian damai.
Berdasarkan laporan tersebut, Netanyahu meyakini peluang tercapainya kesepakatan final sangat kecil. Ia disebut menilai Iran tidak akan bersedia menerima pembatasan terhadap program nuklirnya sehingga proses negosiasi berpotensi berujung buntu.
Pejabat yang sama juga menyebut Netanyahu berupaya memengaruhi jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran. Ia dikabarkan menjalin komunikasi dengan tokoh media konservatif serta sejumlah senator Amerika Serikat yang memiliki kedekatan politik dengannya untuk mendorong perubahan sikap pemerintahan Trump. Hingga kini, kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
Sementara itu, nota kesepahaman yang ditandatangani AS dan Iran memuat 14 poin penting, termasuk komitmen menghentikan pertempuran di berbagai front konflik, termasuk Lebanon, sebagai bagian dari masa jeda selama 60 hari untuk membuka ruang perundingan menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif.
Namun, salah satu klausul tersebut sejak awal mendapat penolakan dari Israel. Pemerintah Israel menegaskan tetap akan melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan dengan alasan menghadapi ancaman kelompok Hizbullah.
Bahkan sehari setelah penandatanganan MoU, serangan Israel di wilayah Lebanon selatan dilaporkan masih berlangsung dan menewaskan sedikitnya satu orang. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kesepakatan awal yang sedang diupayakan Washington dan Teheran.
Dengan sikap Israel yang tetap mempertahankan operasi militernya serta masih adanya perbedaan pandangan mengenai isu nuklir Iran, proses menuju perdamaian kawasan diperkirakan masih akan menghadapi tantangan besar dalam beberapa pekan ke depan. (Mun)
-
NUSANTARA19/06/2026 13:00 WIBBMKG Puncak Kemarau 2026 Juli September
-
EKBIS19/06/2026 12:00 WIBMulai 1 Juli! Beli Dolar Kini Dibatasi BI
-
POLITIK19/06/2026 13:30 WIBPKB Setuju Ambang Batas Parlemen Naik hingga 7 Persen
-
JABODETABEK19/06/2026 14:00 WIBLansia Ditemukan Tewas di Taman Pramuka Tangerang
-
DUNIA19/06/2026 12:30 WIBIsrael Tetap Tempur di Lebanon Meski Ada Kesepakatan Penghentian Perang
-
NASIONAL19/06/2026 14:30 WIBEksponen 80-an Kritik Keras Dinamika Politik Nasional
-
NUSANTARA19/06/2026 18:00 WIBGubernur Bobby Ultimatum Pemkab Karo Setop Pungli Wisata Panas Sidebuk Debuk
-
OTOTEK19/06/2026 15:30 WIBVideo TikTok dan Instagram Ini Diam-Diam Bisa Curi Uang Anda