Connect with us

RAGAM

BMKG: El Niño Berpotensi Kategori Kuat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto:aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancaman musim kemarau panjang kembali membayangi Indonesia. Fenomena El Niño diperkirakan mulai berkembang pada paruh kedua 2026 dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini dikhawatirkan menekan curah hujan di berbagai wilayah sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Sejumlah indikator oseanografi dan atmosfer menunjukkan sinyal menguatnya El Niño. Profesor University of Maryland, R. Dwi Susanto, menjelaskan bahwa cadangan panas di bawah permukaan Samudra Pasifik terus meningkat dan mulai bergerak ke arah timur melalui gelombang Kelvin. Fenomena tersebut merupakan salah satu indikator utama pembentukan El Niño.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem iklim dunia karena berada di kawasan Western Pacific Warm Pool, wilayah dengan suhu permukaan laut tropis terhangat di dunia. Perubahan kondisi laut di kawasan Indonesia menjadi salah satu petunjuk penting untuk memantau perkembangan El Niño secara global.

Yang perlu diwaspadai bukan hanya El Niño. Peneliti mengingatkan adanya potensi Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang dapat muncul bersamaan. Jika kedua fenomena itu terjadi secara bersamaan, dampaknya dapat jauh lebih besar dibandingkan El Niño saja.

Sejarah mencatat kombinasi El Niño kuat dan IOD positif pada 1997–1998 menyebabkan penurunan curah hujan yang drastis, kekeringan berkepanjangan, serta kebakaran hutan dan lahan dalam skala luas di Indonesia.

Sementara itu, BMKG memprediksi El Niño akan segera aktif setelah anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik melampaui ambang netral selama lima dasarian berturut-turut. Peluang El Niño mencapai kategori Moderat diperkirakan mencapai 98 persen, sedangkan peluang menjadi Kuat mencapai sekitar 62 persen, meningkat signifikan dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Dampaknya diperkirakan mulai terasa pada periode Juni 2026 hingga Januari 2027, dengan kondisi cuaca yang secara umum lebih kering dari biasanya. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa Indonesia tetap akan memasuki musim hujan sekitar Oktober, hanya saja distribusi hujannya berpotensi tidak merata.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor pertanian, dan masyarakat mulai melakukan langkah mitigasi sejak dini, seperti mengoptimalkan sistem irigasi, menghemat penggunaan air, menyesuaikan jadwal tanam, serta memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik. Informasi prakiraan iklim sebaiknya dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan sehingga dampak El Niño dapat diminimalkan, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran berlebihan. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version