OTOTEK
WhatsApp Diblokir Total di Rusia
AKTUALITAS.ID – Upaya pemerintah Rusia untuk memperketat kendali atas ruang digital justru memicu fenomena tak terduga. Ketika akses ke aplikasi asing populer seperti WhatsApp dan Telegram semakin dibatasi, jutaan warga Rusia dilaporkan berbondong-bondong mengunduh layanan VPN demi tetap terhubung ke dunia luar.
Pemerintahan Presiden Vladimir Putin mendorong masyarakat beralih ke platform digital buatan dalam negeri dengan alasan memperkuat kedaulatan digital nasional. Namun, langkah tersebut tampaknya belum sepenuhnya diterima publik. Banyak warga memilih mencari “jalan belakang” untuk menghindari pembatasan yang semakin ketat.
Data terbaru menunjukkan lonjakan luar biasa penggunaan VPN di Rusia. Sepanjang Maret, tercatat sekitar 9,2 juta unduhan VPN melalui Google Play. Angka itu melonjak hingga 14 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat Rusia. Kenaikan harga barang, beban pajak yang lebih tinggi, serta dampak berkepanjangan konflik Ukraina disebut ikut memengaruhi suasana hati publik.
Survei lembaga negara VTsIOM menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Putin sempat turun dari 75,1 persen pada Februari menjadi 65,6 persen pada April. Penurunan tersebut menjadi salah satu yang terendah sejak konflik besar di Ukraina dimulai pada 2022.
Sementara itu, Kremlin menegaskan bahwa kontrol internet merupakan bagian dari strategi keamanan nasional. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Rusia sedang menghadapi tantangan besar dalam hubungannya dengan Barat sehingga pengawasan ruang digital dianggap penting.
Namun kritik terus bermunculan. Aktivis kebebasan internet menilai pembatasan yang semakin luas justru mendorong masyarakat mencari cara baru untuk menghindari sensor. VPN kini menjadi alat yang paling banyak dicari warga untuk mengakses layanan yang dibatasi pemerintah.
Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai gangguan internet juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Rusia. Pemutusan internet seluler, perlambatan akses situs asing, hingga pembatasan aplikasi komunikasi semakin sering terjadi dengan alasan keamanan nasional dan ancaman drone Ukraina.
Bagi sebagian warga Rusia, internet yang dulu relatif terbuka kini terasa semakin sempit. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah pembatasan digital mampu memperkuat kontrol negara, atau justru mempercepat munculnya perlawanan digital dari masyarakat?
Yang jelas, semakin ketat pengawasan internet dilakukan, semakin tinggi pula minat warga untuk mencari celah teknologi agar tetap bisa mengakses layanan yang mereka inginkan. Lonjakan jutaan unduhan VPN menjadi bukti bahwa pertarungan antara kontrol negara dan kebebasan digital masih jauh dari kata selesai. (Kusuma/Mun)
-
RAGAM15/06/2026 12:00 WIBBBM Baru B50 Siap Diterapkan 1 Juli
-
NASIONAL15/06/2026 12:00 WIB85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
-
EKBIS15/06/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Ajakan Dasco Jual Dolar Jadi Simbol Persatuan Ekonomi
-
DUNIA15/06/2026 12:30 WIBMisteri Kehancuran Negara Yerusalem Akhirnya Terkuak
-
POLITIK15/06/2026 11:10 WIBPartai Geloara Desak Threshold Dihapus Total
-
EKBIS15/06/2026 11:30 WIBPertamina, Shell, BP-AKR dan Vivo Kompak Tahan Harga
-
EKBIS15/06/2026 22:00 WIBDipanggil Prabowo ke Kertanegara, Purbaya: Biasa, Ngobrolin Strategi Ekonomi
-
RIAU15/06/2026 20:30 WIBJatanras Polda Riau Tangkap Sindikat Begal, Curanmor hingga Pencuri Mobil