OTOTEK
WhatsApp Terancam Dilarang di Rusia, Legislator Desak Aplikasi Hengkang
AKTUALITAS.ID — Aplikasi pesan instan WhatsApp terancam dilarang beroperasi di Rusia setelah seorang legislator senior menyerukan agar penyedia layanan tersebut bersiap angkat kaki dari Negeri Beruang Merah.
Wakil Kepala Komite Teknologi Informasi di Majelis Rendah Parlemen Rusia, Anton Gorelkin, menyatakan bahwa WhatsApp kemungkinan besar akan dimasukkan ke dalam daftar perangkat lunak terlarang oleh pemerintah. Hal itu ia sampaikan dalam komentar yang dikutip sejumlah media internasional, termasuk Endgadget dan Fox News, Jumat (18/7/2025) waktu setempat.
“WhatsApp harus bersiap meninggalkan pasar Rusia,” ujar Gorelkin, seraya menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan kebijakan baru Presiden Vladimir Putin yang mendorong penggunaan layanan teknologi buatan dalam negeri.
Pada Juni lalu, Presiden Putin resmi menandatangani aturan yang membatasi penggunaan perangkat lunak asing, terutama dari negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian digital nasional dan meningkatkan keamanan data warga negara.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, telah dikategorikan sebagai organisasi ekstremis di Rusia sejak 2022, menyusul invasi ke Ukraina. Akibatnya, dua platform lain milik Meta, yakni Facebook dan Instagram, sudah lebih dulu diblokir di negara tersebut.
Meski begitu, wacana pelarangan WhatsApp memicu perdebatan di kalangan masyarakat Rusia. Banyak yang khawatir aplikasi pesan lokal buatan dalam negeri justru bisa dimanfaatkan untuk melacak aktivitas warga. Sejumlah pihak bahkan mengusulkan agar pemerintah memperlambat koneksi WhatsApp secara bertahap, seperti yang pernah dilakukan terhadap YouTube, demi mendorong pengguna beralih ke aplikasi lokal.
Saat ini, pemerintah Rusia gencar mempromosikan layanan pesan instan buatan dalam negeri sebagai alternatif, namun efektivitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan tersebut masih menjadi tantangan tersendiri. (YAN KUSUMA/DIN)
-
PAPUA TENGAH18/05/2026 21:30 WIBPengurus Laskar Merah Putih Markas Daerah Papua Tengah Resmi Dilantik
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
NASIONAL19/05/2026 10:45 WIBPFI Pusat Desak Kemlu Selamatkan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel
-
RIAU18/05/2026 21:00 WIBPolisi Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit di Riau
-
OTOTEK18/05/2026 23:30 WIBChery Resmi Boyong Chery Q Ke Indonesia
-
NUSANTARA18/05/2026 19:00 WIBDukung MBG dan Bantu Atasi Gizi Buruk, Polda NTT Siapkan 22 SPPG
-
DUNIA18/05/2026 20:30 WIBIran: Jika AS Tak Buka Blokade, Teluk Oman Bakal Jadi ‘Kuburan Kapal’
-
RAGAM18/05/2026 19:30 WIBMembantu Fungsi Kardiovaskular Lebih Baik, Silahkan Konsumsi Buah Semangka