DUNIA
Netanyahu Akui Israel Bajak Armada Flotilla
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Laut Mediterania kembali meledak! Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Langkah itu memicu kecaman internasional setelah aktivis menyebut operasi tersebut sebagai aksi pembajakan di perairan internasional.
Armada yang dicegat merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF), misi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza di tengah blokade ketat Israel.
Dalam pernyataannya, Netanyahu bahkan memuji operasi militer tersebut dan menyebut pasukan Israel berhasil menggagalkan apa yang ia klaim sebagai “rencana jahat”.
“Saya yakin Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dan menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk menembus blokade terhadap Hamas di Gaza,” ujar Netanyahu kepada komandan operasi, seperti dikutip AFP.
Ia juga meminta pasukan Israel melanjutkan operasi hingga tuntas.
“Lanjutkan sampai akhir,” tegasnya.
Namun di sisi lain, pihak Global Sumud Flotilla mengecam keras tindakan Israel dan menyebut kapal-kapal mereka diserang oleh militer.
“Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan IDF sedang menaiki kapal pertama,” tulis GSF melalui akun resmi mereka di X.
Data pelacakan armada menunjukkan beberapa kapal dicegat di wilayah barat Siprus saat menuju Gaza.
GSF menegaskan misi mereka sepenuhnya bersifat damai dan menuntut jalur aman bagi bantuan kemanusiaan.
“Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan,” tegas mereka.
Kelompok itu juga mendesak pemerintah dunia segera bertindak menghentikan apa yang mereka sebut sebagai tindakan ilegal Israel demi mempertahankan pengepungan brutal di Gaza.
“Normalisasi kekerasan pendudukan merupakan ancaman bagi kita semua,” lanjut pernyataan tersebut.
Global Sumud Flotilla sendiri dibentuk sebagai gerakan internasional untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza. Sekitar 50 kapal diketahui berlayar dari Turki barat daya pekan lalu membawa relawan dan bantuan kemanusiaan.
Salah satu aktivis di kapal, Suayb Ordu, mengatakan para relawan memilih menyerah tanpa perlawanan saat tentara Israel naik ke kapal.
“Kami tidak pergi ke sana untuk berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan. Kami ingin membuktikan hal sebaliknya kepada dunia,” ujarnya.
Situasi makin menyita perhatian publik Indonesia setelah dua warga negara Indonesia yang juga jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dilaporkan ikut ditangkap pasukan Israel dalam misi tersebut.
Keduanya tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), delegasi nasional Indonesia yang menjadi bagian dari armada GSF.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menegaskan keselamatan dua WNI itu kini menjadi perhatian serius.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tegas Andi.
Pencegatan armada bantuan ini kembali memperuncing sorotan dunia terhadap blokade Israel di Gaza yang selama berbulan-bulan memicu krisis kemanusiaan dan kecaman internasional. (Mun)
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%
-
DUNIA18/08/2026 15:00 WIBNegara Teluk: Kami Tanggung Akibat Perang Trump
-
EKBIS18/08/2026 17:00 WIBBahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai
-
DUNIA18/08/2026 21:00 WIBIran Ancam Serang Selat Hormuz Jika Negosiasi Gagal
-
OASE19/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Rahasia Keadilan Allah di Hari Kiamat