Connect with us

EKBIS

Harga Emas Antam Tembus Rp2,789 Juta

Aktualitas.id -

Ilustrasi emas Antam, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Di tengah gonjang-ganjing pasar keuangan dan anjloknya rupiah, harga emas Antam kembali terbang tinggi! Logam mulia yang menjadi aset safe haven favorit masyarakat Indonesia melonjak tajam pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026).

Berdasarkan data resmi laman PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, harga emas batangan naik Rp25.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.764.000 menjadi Rp2.789.000 per gram pada pukul 09.20 WIB.

Kenaikan tajam ini memperlihatkan tingginya minat investor terhadap emas di tengah ketidakpastian global dan tekanan berat terhadap nilai tukar rupiah.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau beli kembali emas Antam juga ikut melesat menjadi Rp2.594.000 per gram.

Lonjakan harga emas terjadi bersamaan dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap arah ekonomi dunia dan geopolitik internasional.

Berikut daftar terbaru harga emas Antam berbagai pecahan:

0,5 gram: Rp1.444.500
1 gram: Rp2.789.000
2 gram: Rp5.518.000
3 gram: Rp8.252.000
5 gram: Rp13.720.000
10 gram: Rp27.385.000
25 gram: Rp68.337.000
50 gram: Rp136.595.000
100 gram: Rp273.112.000
250 gram: Rp682.515.000
500 gram: Rp1.364.820.000
1.000 gram: Rp2.729.600.000

Kenaikan harga emas ini juga membuat pasar kembali ramai memburu aset lindung nilai di tengah fluktuasi tajam pasar saham dan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan ketentuan pajak dalam transaksi emas batangan sesuai aturan Kementerian Keuangan.

Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.

Sementara pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Dengan harga emas yang terus menanjak, pelaku pasar kini menanti apakah tren penguatan logam mulia ini akan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih memanas. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version