Connect with us

NASIONAL

PWJ Desak Pemerintah Bebaskan WNI dan 4 Jurnalis Yang Ditangkap Militer Israel

Aktualitas.id -

Arsip foto: Wartawan-wartawan Palestina membawa tiruan peti mati jurnalis Palestina yang terbunuh dalam perang di Gaza saat pemakaman simbolis menuju kantor PBB, di kota Ramallah, Tepi Barat, Selasa (7/11/2023). Asosiasi Jurnalis Palestina menyampaikan, ada 30 wartawan Palestina yang terbunuh sejak serangan 7 Oktober 2023. (AP/Nasser)

AKTUALITAS.ID – Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Zul Sikumbang mendesak pemerintah RI untuk segera membebaskan 9 orang Warga Negara Indonesia, 4 diantaranya adalah jurnalis yang dihadang dan ditangkap oleh militer Israel (IDF) saat melakukan pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Gaza, Palestina.

“PWJ mendesak agar pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan WNI yang ditangkap oleh militer Zionis Israel, termasuk 4 orang jurnalis yang bertugas untuk meliput kegiatan GPCI,” kata Zul Sikumbang dalam rilisnya, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, tindakan militer Zionis Israel tersebut sudah diluar perikemanusiaan.

“Tindakan militer Zionis Israel tidak bisa dibiarkan. Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto harus segera bertindak cepat untuk membebaskan WNI dan para jurnalis yang meliput kegiatan tersebut,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) bersama Israel diharapkan bisa melakukan lobi terhadap Israel untuk membebaskan WNI dan para jurnalis tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto tentu punya kesempatan melakukan lobi melalui BoP kepada Israel,” kata Zul Sikumbang.

Sebagaimana diketahui, militer Israel (IDF) menghadang dan menangkap 9 WNI yang melakukan pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Gaza, Palestina.

Dari poster yang dikutip akun Instagram Chiki dan diunggah ulang akun GPCI, mereka yang dihadang dan ditangkap adalah: Thoudy Badai (Jurnalis Republika), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Prasetyo (Jurnalis Tempo), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As’ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis GPCI), dan Bambang Nuryono (Jurnalis Republika).

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version