Connect with us

NUSANTARA

Polisi Bekuk Predator Berkedok Perekrut Babysitter

Aktualitas.id -

Ilustrasi pemborgolan, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kasus lowongan kerja palsu kembali memakan korban. Seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara mengalami mimpi buruk setelah nekat merantau ke Makassar demi pekerjaan sebagai babysitter yang ia temukan di media sosial. Bukannya mendapat pekerjaan, korban justru disekap, diancam, lalu menjadi korban kekerasan seksual brutal.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap polisi saat mencoba kabur ke Surabaya, Jawa Timur.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, membenarkan penangkapan tersebut pada Minggu (17/5/2026).

“Iya, pelaku sudah ditangkap saat berada di Surabaya,” ujarnya.

Kasus ini bermula ketika korban melihat lowongan kerja babysitter di media sosial Facebook. Setelah berkomunikasi dengan pelaku, korban kemudian berangkat ke Makassar untuk bekerja.

Sesampainya di kota itu, korban diarahkan ke sebuah rumah di Kecamatan Tamalate yang telah disiapkan pelaku. Namun setibanya di lokasi, korban diberitahu pekerjaan sebagai pengasuh anak belum bisa dimulai.

Pelaku lalu meminta korban bekerja sementara sebagai asisten rumah tangga di rumah sewaan tersebut selama dua hari.

Pelaku masuk ke kamar korban sambil membawa cutter dan mengancam korban. Dalam kondisi ketakutan, korban kemudian disekap dengan mata dan mulut dilakban sebelum mengalami kekerasan seksual berulang kali.

Tak hanya itu, pelaku juga merampas barang-barang milik korban, termasuk uang tunai, sepeda motor, dan telepon genggam.

Beruntung korban berhasil melarikan diri dan segera melapor ke polisi. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Makassar yang melakukan pengejaran lintas daerah.

Polisi akhirnya melacak keberadaan pelaku di Surabaya setelah diketahui menyeberang menggunakan kapal laut. Penangkapan dilakukan bersama jajaran Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap fakta mengkhawatirkan: pelaku diduga tengah menyiapkan aksi serupa di Surabaya dengan kembali memasang lowongan kerja palsu di Facebook untuk mencari korban baru.

Rumah yang dipakai di Makassar pun ternyata bukan tempat tinggal tetap. Pelaku menyewa rumah harian dengan tarif sekitar Rp300 ribu per hari yang diduga sengaja digunakan sebagai lokasi menjebak korban.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun tindak pidana lain yang pernah dilakukan pelaku, termasuk dugaan keterlibatan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar. (Ahmad/Mun)

TRENDING

Exit mobile version