Connect with us

EKBIS

IMF: Pertumbuhan Dunia Bisa Anjlok ke 2,5%

Aktualitas.id -

Ilustrasi ekonomi dunia anjlok., foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Awan gelap krisis mengerikan kini mengepung dunia! Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja membunyikan ‘alarm tanda bahaya’ level tertinggi pada Kamis (14/5/2026). Jika Perang Iran tak kunjung usai, ekonomi global dipastikan bakal terjun bebas menuju jurang kehancuran atau adverse scenario (skenario buruk). Dampaknya? Siap-siap harga barang mencekik dan pertumbuhan ekonomi hancur lebur!

Bulan lalu, dalam World Economic Outlook, IMF masih cukup optimis dengan memprediksi pertumbuhan global di angka 3,1 persen pada 2026. Namun, eskalasi konflik bersenjata yang tak berkesudahan ini memaksa IMF merevisi prospek tersebut menjadi jauh lebih suram dan mengerikan.

Juru bicara utama IMF, Julie Kozack, secara blak-blakan menyebut dunia saat ini sedang terseret ke dalam skenario buruk. Saat harga minyak dunia tertahan di level tertinggi dalam waktu lama, ekspektasi inflasi akan menjadi liar tak terkendali, dan kondisi keuangan global akan mencekik urat nadi perekonomian.

“Kami sedang bergerak menuju skenario buruk tersebut,” tegas Kozack di hadapan wartawan di Washington.

Bahkan, IMF sudah menyiapkan perhitungan untuk ‘Skenario Parah’ (Severe Scenario). Jika skenario kiamat ekonomi ini terjadi, pertumbuhan global diprediksi bakal terjun bebas ke titik nadir 2,0 persen, sementara inflasi akan meledak brutal hingga menyentuh angka 6 persen!

Bencana tak berhenti di sektor energi. Kozack membeberkan fakta mengerikan lainnya: Perang ini telah memblokade sepertiga pasokan pupuk dunia! Ini adalah lonceng kematian bagi produktivitas pertanian global.

“Kita tahu dari sejarah bahwa ketika harga pupuk naik, hanya butuh waktu sekitar enam bulan sebelum dampaknya meledak menjadi kenaikan harga pangan yang gila-gilaan, penurunan hasil panen, dan hancurnya ketahanan pangan!” jelas Kozack memberi peringatan keras.

Efek domino dari krisis ini mulai memakan korban. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, membocorkan bahwa saat ini ada sebanyak 12 negara yang keuangannya mulai kembang kempis dan bersiap mengantre untuk mendapatkan dana talangan (bailout).

Tak main-main, total kebutuhan dana penyelamatan darurat tersebut ditaksir mencapai US$20 miliar hingga US$50 miliar!

Saat ini, IMF tengah melakukan pembicaraan tertutup dan negosiasi alot dengan negara-negara anggota yang terancam bangkrut tersebut. Siapa saja 12 negara itu? IMF masih menutup rapat-rapat daftar nama negara yang sedang berada di ujung tanduk krisis tersebut. Pembaruan data World Economic Outlook yang akan dirilis Juli mendatang dipastikan bakal menjadi penentu nasib ekonomi dunia. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version