Connect with us

OASE

Misteri 7 Langit dan Malaikat Penjaganya dalam Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi malaikat, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tak semua amal ibadah manusia langsung diterima di sisi Allah SWT. Dalam khazanah Islam, disebutkan bahwa setiap amal yang naik ke langit akan melewati “pemeriksaan ketat” para malaikat penjaga di tujuh lapis langit. Amal yang tercemar ghibah, riya, iri hati hingga kesombongan disebut bisa ditolak dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Konsep tujuh lapis langit sendiri telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Mulk ayat 3:

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang…”

Dalam ajaran Islam, malaikat merupakan makhluk Allah yang sangat taat dan memiliki tugas masing-masing. Jumlah mereka sangat banyak dan tidak terhitung. Sebagian di antaranya bertugas menjaga manusia, mencatat amal, hingga mengatur alam semesta.

Meski Al-Qur’an dan hadis tidak secara eksplisit menyebut “7 malaikat penjaga bumi”, sejumlah literatur tasawuf dan kitab klasik menjelaskan adanya malaikat penjaga di setiap lapisan langit yang bertugas menyeleksi amal manusia sebelum diangkat ke hadirat Allah SWT.

Mengutip kitab Muroqi al-Ubudiyah Syarah Bidayah al-Hidayah karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali, berikut gambaran tujuh lapis langit beserta penjagaan malaikatnya.

1. Langit Dunia, Penyaring Dosa Ghibah

Langit pertama disebut sebagai Langit Dunia karena paling dekat dengan bumi. Disebut terbuat dari emas dan memiliki pintu bercahaya.

Di lapisan ini, malaikat menyeleksi amal yang masih tercampur ghibah atau pergunjingan. Amal yang diiringi kebiasaan membicarakan keburukan orang lain disebut akan ditolak.

2. Langit Ma’un, Penjaga dari Sifat Merasa Paling Suci

Langit kedua bernama Ma’un yang disebut terbuat dari marmer putih atau besi.

Penjaganya adalah Malaikat Rubail yang menyaring amal manusia dari sifat ujub dan merasa diri paling baik dibanding orang lain.

3. Langit Harabut, Penyaring Kesombongan

Langit ketiga dinamakan Harabut. Pada lapisan ini amal manusia diperiksa dari unsur takabur dan kesombongan.

Penduduk langit ini disebut terus bertasbih:

“Subhanal Hayyil Qayyum.”

4. Langit Zahir, Amal Ditolak karena Bangga Diri

Langit keempat bernama Zahir. Malaikat di lapisan ini menyeleksi amal yang disusupi rasa bangga diri dan haus pujian manusia.

Penduduknya bertasbih:

“Subhanal Malikil Quddus.”

5. Langit Mushiroh, Penyaring Penyakit Hati

Lapisan kelima dikenal sebagai Mushiroh yang disebut terbuat dari perak.

Di sinilah amal manusia disaring dari penyakit hati seperti iri, dengki, hasad, hingga adu domba.

6. Langit Kholisoh, Penjaga Rahmat Allah

Langit keenam bernama Kholisoh. Disebut terbuat dari emas atau intan.

Penjaganya adalah Malaikat Thouthoil yang berkaitan dengan rahmat Allah SWT.

7. Langit Labiyah, Penyaring Amal Riya

Langit ketujuh menjadi lapisan tertinggi yang disebut Labiyah dan digambarkan terbuat dari yaqut merah.

Di tempat ini, amal manusia diseleksi dari unsur riya atau beramal bukan karena Allah. Amal yang dipamerkan demi pujian manusia disebut tidak akan lolos.

Penduduk langit ketujuh bertasbih:

“Subhana Khaliqin Nur.”

Disebutkan pula, amal yang bersih dan ikhlas akan naik ke langit ketujuh bak pengantin yang diiringi 300 malaikat.

Nabi Muhammad SAW Jadi Manusia Pertama Menembus Langit Ketujuh

Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW diyakini menjadi manusia pertama yang menembus tujuh lapis langit menggunakan Buraq.

Sementara manusia biasa disebut belum mampu mencapai lapisan langit pertama. Pesawat terbang modern pun dinilai hanya mampu menembus awan dan atmosfer bumi, bukan langit sebagaimana dimaksud dalam dimensi langit spiritual Islam.

Kisah tentang tujuh lapis langit dan malaikat penjaganya menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal banyaknya amal, tetapi juga ketulusan hati dan kebersihan niat.

Sudahkah amal kita lolos dari “pemeriksaan” para malaikat penjaga langit? (Mun)

TRENDING

Exit mobile version