DUNIA
Trump Geram Iran Tak Mau Hentikan Nuklir
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengakui kesabarannya terhadap Iran mulai berada di titik akhir. Di tengah mandeknya negosiasi nuklir dan meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, Trump melontarkan ultimatum keras kepada Teheran agar segera tunduk dan mencapai kesepakatan dengan Washington.
Pernyataan panas itu disampaikan Trump dalam wawancara program Hannity di Fox News, Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat.
“Saya tidak akan lebih sabar lagi,” tegas Trump.
Ucapan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa Gedung Putih mulai kehilangan toleransi terhadap sikap Iran yang dinilai terus membangkang dalam isu program nuklir dan konflik kawasan.
Trump menegaskan Iran tidak memiliki banyak pilihan selain menyetujui kesepakatan dengan AS jika ingin menghindari eskalasi yang lebih besar.
“Mereka harus membuat kesepakatan,” katanya singkat namun tajam.
Ketegangan Washington-Teheran kembali membara setelah jalur diplomasi mengalami kebuntuan. Iran dilaporkan tetap menolak menghentikan program nuklirnya serta enggan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya, yang selama ini menjadi tuntutan utama AS dan sekutunya.
Meski kedua negara telah menjalankan gencatan senjata sejak April 2026, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif. Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, langkah yang dinilai semakin memperkeras tekanan ekonomi dan politik terhadap Teheran.
Di tengah spekulasi mengenai lokasi penyimpanan uranium Iran, Trump juga melontarkan komentar yang memancing perhatian. Ia menilai penguasaan uranium Iran sebenarnya lebih penting untuk kepentingan citra politik ketimbang faktor strategis militer.
“Saya merasa lebih baik jika mendapatkannya. Tapi menurut saya itu lebih untuk hubungan masyarakat daripada hal lain,” ujar Trump.
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi baru terkait arah kebijakan AS terhadap program nuklir Iran dan kemungkinan tekanan lanjutan dari Washington.
Sebelumnya, Trump juga membawa isu Iran dalam pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Gedung Putih menyebut kedua pemimpin sepakat menjaga jalur pelayaran Selat Hormuz tetap terbuka demi mencegah gangguan pasokan energi dunia.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan minyak global dan menjadi titik paling sensitif dalam konflik Timur Tengah. Setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi mengguncang harga energi dunia.
China diketahui memiliki hubungan ekonomi dan energi yang sangat dekat dengan Iran. Beijing bahkan menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran di tengah tekanan sanksi Barat terhadap Teheran.
Dengan tensi yang terus meningkat, dunia kini menanti apakah ultimatum Trump akan berujung pada kesepakatan baru atau justru membuka babak konflik yang lebih berbahaya di Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL15/05/2026 22:00 WIBRomy Soekarno: IKN Jangan Dipaksakan
-
DUNIA15/05/2026 13:00 WIBAraghchi: Iran Tidak Akan Menyerah Pada Ancaman Apapun
-
DUNIA16/05/2026 08:00 WIBNetanyahu Akui Israel Kuasai Mayoritas Gaza
-
NASIONAL15/05/2026 18:00 WIBGerindra: Film Pesta Babi Bisa Delegitimasi Negara
-
NASIONAL15/05/2026 20:00 WIBDemokrat Dukung Satgas Perizinan Satu Atap
-
NUSANTARA15/05/2026 15:30 WIBTangani Konflik di Wamena, Wabup Jayawijaya Minta Dukungan Polda Papua
-
RAGAM15/05/2026 14:00 WIBPemeran James Bond Dipilih Melalui Audisi Untuk Film Terbarunya
-
OLAHRAGA15/05/2026 15:00 WIBInidia Skuad Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026