DUNIA
Trump Sesumbar AS Bisa Ratakan Target Iran dalam 2 Minggu
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan panas yang mengguncang geopolitik dunia. Dalam wawancara yang disiarkan Minggu (10/5/2026), Trump secara terang-terangan menyebut Iran sebenarnya sudah kalah secara militer dan tidak lagi memiliki kekuatan menghadapi tekanan Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Trump bahkan mengklaim militer AS hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menghantam seluruh target strategis di Iran jika operasi dilanjutkan penuh.
Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan jurnalis independen Sharyl Attkisson yang direkam pekan lalu dan dilaporkan AFP.
“Mereka telah dikalahkan secara militer. Dalam pikiran mereka sendiri mungkin mereka tidak tahu itu, tapi saya pikir mereka tahu,” kata Trump.
Meski begitu, Trump menegaskan Iran belum benar-benar selesai sepenuhnya. Menurutnya, Washington masih memiliki daftar target lain yang sewaktu-waktu bisa dihantam.
“Kami bisa melanjutkan selama dua minggu lagi dan menyerang setiap target. Kami mungkin telah menyelesaikan 70 persen target yang kami inginkan, tetapi masih ada target lain,” ujarnya.
Trump bahkan menyebut serangan tambahan itu hanya akan menjadi “sentuhan akhir” bagi Iran.
Komentar keras tersebut muncul di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung antara Iran dengan blok AS-Israel. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, memicu ketegangan global dan kekhawatiran pecahnya konflik lebih luas di Timur Tengah.
Tak berhenti menyerang Iran, Trump juga melontarkan kritik pedas terhadap NATO. Ia menyebut aliansi pertahanan Barat itu sebagai “macan kertas” karena dianggap tidak memberikan dukungan nyata terhadap operasi Washington menghadapi Teheran.
“NATO telah terbukti sebagai macan kertas. Mereka tidak ada di sana untuk membantu,” tegas Trump.
Pernyataan itu diperkirakan akan kembali memicu kontroversi di antara negara-negara sekutu AS, terutama di tengah sensitifnya situasi keamanan global dan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Iran dilaporkan telah memberikan tanggapan terhadap proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik. Namun hingga kini, situasi masih jauh dari benar-benar stabil dan ancaman eskalasi militer tetap membayangi kawasan. (Mun)
-
NUSANTARA24/06/2026 22:00 WIBHerman Deru Sambut Investor China, Proyek PLTA OKU Selatan Ditargetkan Perkuat Ketahanan Listrik Sumsel
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: UU Perampasan Aset Jawab Kerinduan Rakyat
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
OLAHRAGA24/06/2026 23:00 WIBLionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Ungguli Mbappe dan Haaland