Connect with us

NUSANTARA

Darurat ! 124 Ribu Orang Ngungsi di Papua Tengah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana kemanusiaan akibat rentetan konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, telah mencapai titik nadir. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat estimasi mengerikan: sebanyak 124.931 warga kini terpaksa angkat kaki dari tanah kelahirannya dan menjadi pengungsi di negeri sendiri.

Kondisi darurat yang tak kunjung mereda ini tidak hanya memutus penghidupan warga lokal, tetapi juga telah memakan korban jiwa. Negara didesak untuk tidak bekerja lambat dan segera mengerahkan koordinasi lintas kementerian secara masif.

“Situasi darurat secara dinamis masih terjadi di daerah tersebut. Penembakan telah mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan ribuan pengungsi menyebar tanpa kepastian di berbagai lokasi,” ungkap Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P. Siagian, dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).

Besarnya angka pengungsi yang menembus ratusan ribu jiwa membuat penanganan krisis ini mustahil hanya dibebankan pada satu instansi. Saurlin menegaskan bahwa para pengungsi kini berada dalam kondisi sangat rentan dan membutuhkan pasokan kebutuhan dasar darurat – mulai dari makanan, pakaian layak, hingga akses kesehatan yang memadai.

Pemerintah dipaksa bergerak presisi melalui pendataan yang akurat agar bantuan tidak berujung salah sasaran atau sekadar formalitas belaka.

“Diperkirakan terdapat sekitar 124.931 pengungsi yang membutuhkan bantuan pokok mendesak. Penting untuk mengidentifikasi kebutuhan ril mereka dan mengoordinasikan bantuan secara cepat,” kata Saurlin.

Guna mempercepat respons kemanusiaan, Komnas HAM mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperluas jejaring kolaborasi. Tak hanya mengandalkan kantong APBN, sektor swasta – terutama korporasi yang meraup keuntungan di tanah Papua – dituntut pasang badan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Sangat penting melibatkan unsur perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu para pengungsi, sekaligus agar tidak melulu memberatkan APBN,” celetuk Saurlin usai menggelar audiensi dengan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono.

Menanggapi alarm keras Komnas HAM, Wamenkos Agus Jabo Priyono mengklaim pihaknya telah mengucurkan bantuan darurat awal untuk 1.013 pengungsi di Kabupaten Puncak senilai Rp150 juta berupa sembako dan pakaian, di samping santunan bagi korban tewas dan luka-luka.

Namun, menyadari skala krisis yang terbilang raksasa ini, Kemensos berjanji akan menambah gelombang bantuan begitu data susulan dari pemerintah daerah rampung.

Demi memangkas birokrasi yang berbelit, Kemensos menyarankan agar Komnas HAM turut menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk mengomandoi kementerian teknis, sehingga penanganan ratusan ribu nyawa di Papua Tengah tak terlambat. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version