Connect with us

POLITIK

PDIP Tak Gentar Meski Tertinggal Jauh dari Gerindra

Aktualitas.id -

Ketua DPP PDIP Said Abdullah memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersalip telak oleh Partai Gerindra dalam rilis survei terbaru Poltracking Indonesia. Meski tertinggal jauh dengan selisih suara lebih dari separuh, kubu Banteng memilih santai dan tak mau ambil pusing.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah mengaku sama sekali tidak kaget dengan meroketnya angka Gerindra. Baginya, hasil survei tersebut hanyalah dinamika politik biasa. Fokus utama PDIP saat ini adalah terus turun ke bawah bersama rakyat.

“Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita,” ujar Said dengan santai di kompleks parlemen, Kamis (24/9/2026).

Ketua Badan Anggaran DPR RI ini justru menyoroti betapa cepatnya angka survei berubah hanya dalam hitungan minggu. Said menyentil adanya potensi angka elektabilitas yang sengaja diatur atau ‘dimainkan’ jelang momen politik.

“Dua minggu lalu selisihnya Gerindra 17 persen, PDIP hampir 16,7 persen. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP tinggal 11 persen, Gerindra naik. Entar minggu depan Gerindra 27 persen, PDIP 8 persen, empat bulan lagi terus-menerus dimainkan surveinya,” sindir Said tajam.

Sebagai informasi, dalam rilis Poltracking pada Rabu (23/9), Gerindra melesat kokoh di puncak dengan raihan 23,2 persen. Sementara PDIP harus puas di posisi kedua dengan perolehan 11,6 persen—separuh dari elektabilitas Gerindra. Di posisi ketiga, Partai Golkar menempel ketat dengan 10,4 persen. Survei ini melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi sepanjang 14-20 September.

Di kubu seberang, kemenangan telak di lembaga survei tak lantas membuat Gerindra besar kepala. Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Sugiat Santoso menegaskan partainya enggan jemawa dan tetap menghormati seluruh partai politik sebagai pilar demokrasi.

Sugiat menyadari bahwa angka survei bisa berbalik kapan saja tergantung persepsi masyarakat di lapangan.

“Kami menyadari tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dinamika masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,” pungkas Sugiat, Rabu (23/9/2026). (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version