NUSANTARA
Mahasiswi Semester 7 Tewas Usai Curhat Dosen Tolak Tugas Akhir
AKTUALITAS.ID – Tekanan akademis kembali memakan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam. Seorang mahasiswi berinisial AAPF (21) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Kartini I, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Peristiwa tragis ini terbongkar ketika teman kuliah korban menyambangi rumahnya akibat panggilan telepon dan pesan singkat yang tak kunjung direspons. Sekitar pukul 14.10 WIB, saksi dibuat syok saat mendapati jasad mahasiswi Jurusan Kuliner semester 7 Batam Tourism Polytechnic (BTP) tersebut sudah dalam kondisi tak bernyawa di area belakang rumah.
Niat awal sang rekan sejatinya hendak membawa kabar gembira terkait jadwal ulang sidang skripsi. Namun, janji manis gelar sarjana itu sirna seketika.
Aparat kepolisian dari Polsek Sekupang dan Tim Inafis Polresta Barelang langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kepri.
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami latar belakang korban sebelum tewas. Dari penelusuran awal, pihak keluarga dan rekan-rekan korban membeberkan fakta memilukan: korban kerap mengalami frustrasi berat akibat beban akademis.
“Orang tua juga memberikan keterangan bahwa korban belakangan sering curhat terkait skripsinya yang ditolak dosen,” tegas Hippal.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan korelasi langsung antara beban skripsi dan kematian korban sebelum seluruh proses penyelidikan serta otopsi medis rampung sepenuhnya.
Di sisi lain, publik menyoroti respons pihak kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) yang dinilai tertutup dan enggan memberikan penjelasan terkait dinamika bimbingan akademis almarhumah. Petugas kampus hanya berdalih bahwa pimpinan sedang berada di luar kota sehingga tidak ada yang berwenang memberi keterangan.
Tragedi ini kembali menampar dunia pendidikan tinggi mengenai rapuhnya kesehatan mental mahasiswa di tengah tekanan kelulusan. Polisi kini terus mengumpulkan bukti dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi liar hingga proses penyelidikan resmi tuntas. (Irawan/Mun)
-
DUNIA24/09/2026 15:00 WIBChina Sinyal J-36 Dibekali Laser Tempur
-
OTOTEK24/09/2026 14:30 WIBMalware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
-
DUNIA25/09/2026 08:00 WIBPresiden Iran Tantang AS di Sidang PBB
-
NUSANTARA25/09/2026 08:30 WIBGempar Penemuan Jenazah di Mukomuko, Polisi Minta Warga Tahan Diri Soal Isu Jurnalis
-
NASIONAL25/09/2026 06:00 WIBMori Hanafi Desak Anggaran Transmigrasi Dirombak
-
POLITIK25/09/2026 07:00 WIBDeddy: Pileg Jadi ‘Tiket’ Pilpres Sudah Tak Relevan
-
JABODETABEK25/09/2026 07:30 WIBRemaja Bogor Tega Habisi Ayahnya Sendiri
-
NASIONAL25/09/2026 09:00 WIBBengkulu Darurat Sampah! Srikandi NasDem Semprot Dirjen Cipta Karya KemenPU