RAGAM
TNI AU Bidik 3 Pesawat Tanker Raksasa A330 MRTT
AKTUALITAS.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) bersiap memperkuat supremasi udara Nusantara secara masif. Militer Indonesia secara terang-terangan menargetkan pengadaan minimal tiga unit pesawat raksasa multifungsi, Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), yang selama ini menjadi armada andalan Angkatan Udara dan Antariksa Prancis.
Manuver pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kelas berat ini dipastikan telah terkunci di dalam Rencana Strategis (Renstra) pertahanan nasional.
Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau), Marsekal Madya Tedi Rizalihadi, menegaskan bahwa kehadiran pesawat tanker canggih ini merupakan kebutuhan mutlak untuk mengawal kedaulatan langit Indonesia. Pernyataan tajam ini dilontarkan Tedi usai meninjau langsung kecanggihan pesawat A330 MRTT milik Prancis yang mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma dalam rangkaian latihan misi Pegase 2026, Selasa (22/9/2026).
“Sesuai dengan rencana strategis (renstra) kita, memang kita akan memiliki MRTT,” tegas jenderal bintang tiga tersebut.
Keinginan kuat TNI AU memboyong Airbus A330 MRTT bukan tanpa alasan. Pesawat ini bukan sekadar armada angkut logistik biasa, melainkan instrumen vital untuk memperpanjang daya jelajah jet-jet tempur Indonesia.
Secara spesifikasi, A330 MRTT mampu menyulap dirinya menjadi Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) udara yang bergerak taktis. Dari dalam kabinnya, perwira militer dapat mengoordinasikan pergerakan armada tempur dan pesawat angkut, mengintegrasikan sistem komunikasi enkripsi antar-pesawat, hingga memantau aktivitas operasi militer secara langsung (real-time).
Tidak hanya cerdas secara teknologi, pesawat ini juga digadang sebagai ‘raksasa pembawa logistik’. A330 MRTT sanggup mengangkut hingga 88 prajurit bersenjata lengkap. Kemampuan paling mematikannya terletak pada fungsi air-to-air refuelling—sanggup menggendong 110 ton bahan bakar untuk menyuntikkan BBM ke jet tempur lain tepat di tengah pertempuran udara, tanpa harus kembali ke pangkalan.
Melihat bentang wilayah Indonesia yang sangat luas, Wakasau menilai satu unit saja tidak akan cukup.
“Dengan luas wilayah kita yang sangat luas, itu minimal kita butuh tiga unit MRTT. Karena pesawat tempur kita sangat banyak,” pungkas Tedi merinci kebutuhan operasional di lapangan.
Kendati telah menetapkan target tiga unit, TNI AU tidak merinci lebih jauh perihal nilai kontrak atau kapan pesawat ini tiba. Tedi menegaskan bahwa seluruh proses negosiasi, penganggaran, hingga pengadaan ‘monster langit’ ini berada sepenuhnya di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). (Irawan/Mun)
-
NASIONAL25/09/2026 09:00 WIBBengkulu Darurat Sampah! Srikandi NasDem Semprot Dirjen Cipta Karya KemenPU
-
DUNIA25/09/2026 08:00 WIBPresiden Iran Tantang AS di Sidang PBB
-
NUSANTARA25/09/2026 08:30 WIBGempar Penemuan Jenazah di Mukomuko, Polisi Minta Warga Tahan Diri Soal Isu Jurnalis
-
EKBIS25/09/2026 09:30 WIBIHSG Hijau di Awal Dagang
-
NASIONAL25/09/2026 06:00 WIBMori Hanafi Desak Anggaran Transmigrasi Dirombak
-
POLITIK25/09/2026 07:00 WIBDeddy: Pileg Jadi ‘Tiket’ Pilpres Sudah Tak Relevan
-
JABODETABEK25/09/2026 07:30 WIBRemaja Bogor Tega Habisi Ayahnya Sendiri
-
DUNIA25/09/2026 12:00 WIBIndonesia Walk Out! Netanyahu Sebut “Pengecut Moral”