Connect with us

Berita

PTIQ Jakarta Wisuda 1.005 Lulusan, Nasaruddin Umar Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta mewisuda 1.005 lulusan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor dalam acara yang digelar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026).

Rektor Universitas PTIQ Jakarta Prof. Nasaruddin Umar mengatakan, capaian tersebut tidak sekadar menunjukkan jumlah lulusan, tetapi juga menggambarkan perjalanan panjang yang melibatkan keluarga, dosen, pembimbing, serta perjuangan para mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Ini adalah hari bersejarah bagi saudara-saudara. Atas ketekunan belajar, doa orang tua, bimbingan para guru, dosen dan pertolongan Allah SWT. Angka 1.005 bukan hanya persoalan statistik. Di dalamnya ada 1.005 kisah perjuangan 1.005 harapan keluarga, 1.005 amanah ilmu dan 1.005 calon penerang bagi masyarakat,” kata Nasaruddin di kawasan TMII, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026).

Menurut Nasaruddin, keberhasilan para lulusan juga tidak terlepas dari dukungan keluarga selama mereka menjalani proses pendidikan. Ia menyebut doa ibu, kerja keras ayah, kesabaran keluarga, hingga keikhlasan para dosen menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

“Ada doa ibu yang tak pernah berhenti, ada kerja keras ayah yang tak kenal lelah dan tak selalu diceritakan, ada kesabaran keluarga dan keikhlasan para dosen dan pembimbing,” ujar Nasaruddin.

Ia kemudian mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diperoleh tidak boleh hanya menjadi pencapaian pribadi. Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.

“Kita tidak ingin melahirkan lulusan yang hanya tajam akalnya, tapi kering hatinya. Kita tidak ingin menghasilkan sarjana yang tinggi ilmunya tetapi jauh dari masyarakat,” ujar Menteri Agama itu.

Nasaruddin juga meminta para lulusan menjadikan ilmu dan gelar akademik sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, bukan sebaliknya menjadi pembatas.

“Jadikan ilmu dan gelar saudara sebagai jembatan pengabdian untuk masyarakat. Jangan sampai ilmu dan gelar saudara dijadikan sebagai tembok memisahkan saudara di masyarakat,” tambahnya.

Selain kemampuan akademik, Nasaruddin meminta para lulusan PTIQ mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi dan memperluas jejaring hingga tingkat internasional. Namun, ia mengingatkan agar perkembangan tersebut tidak membuat para lulusan kehilangan identitas sebagai insan yang berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an dan keindonesiaan.

“Bawalah nama baik PTIQ di manapun anda berada,” imbuh Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

TRENDING

Exit mobile version