Connect with us

POLITIK

Survei Nyungsep! NasDem dan PAN Tertawakan Data Poltracking

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Rilis survei terbaru Poltracking Indonesia menempatkan elektabilitas Partai NasDem di angka 4,4 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) di 3,4 persen. Alih-alih panik dengan angka yang nyaris menyentuh ambang batas bawah, elite kedua partai tersebut justru menanggapi santai dan meyakini hasil hitung cepat lembaga survei kerap kali terbantahkan oleh fakta di bilik suara.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, secara blak-blakan menyebut angka survei hanyalah potret sesaat yang sangat dinamis. Ia membeberkan rekam jejak panjang partainya yang selalu dipandang sebelah mata oleh lembaga survei menjelang pemilu, namun selalu sukses membalikkan keadaan saat pencoblosan tiba.

“Faktanya, ketika pemilu pertama NasDem 2014, dua minggu menjelang pemilu, survei NasDem hanya 1,2 persen. Nyatanya NasDem dapat 7 koma sekian persen. Kondisi serupa berulang di 2019 dan 2024,” ungkap Hermawi, Jumat (25/9/2026).

Alih-alih meratapi angka 4,4 persen, NasDem justru memasang target super ambisius. Melalui kaderisasi masif, mereka bersiap mendobrak dominasi partai tradisional untuk menembus posisi tiga besar nasional pada Pemilu 2029 mendatang.

Sikap kebal survei juga ditunjukkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa kader partainya tidak akan terganggu dengan angka 3,4 persen. Baginya, diposisikan rendah oleh lembaga survei sudah menjadi makanan sehari-hari PAN sejak bertahun-tahun lalu.

“PAN sering sekali diberi nilai di bawah 3 persen. Kadang 2 persen, 1,9 dan bahkan lebih rendah. Tapi hasil pemilu selalu membuktikan sebaliknya,” tegas Saleh santai.

Ia menambahkan, PAN menjadikan angka ini murni sebagai lecutan motivasi internal sembari terus berfokus pada kerja-kerja kerakyatan di tingkat pusat hingga daerah, mengingat jarak menuju kontestasi 2029 masih sangat panjang.

Sebagai informasi, survei Poltracking ini digelar pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di 38 provinsi, dengan margin of error 2,9 persen.

Berikut peta kekuatan elektoral simulasi 18 partai versi Poltracking:

Gerindra: 23,2%

PDIP: 11,6%

Golkar: 10,4%

PKB: 6,2%

Demokrat: 6,1%

NasDem: 4,4%

PAN: 3,4%

PKS: 3,3%

PSI: 2,3%

PPP: 1,9%

Partai Non-Parlemen Lainnya: Di bawah 1%

Tingginya angka responden yang belum menentukan pilihan atau menolak menjawab (mencapai 25,3 persen) membuktikan bahwa peta elektoral masih sangat cair. Baik NasDem maupun PAN meyakini kerja nyata mesin partai dalam beberapa tahun ke depan akan kembali membuktikan bahwa hasil akhir pemilu ditentukan oleh rakyat, bukan semata hitungan di atas kertas survei. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version