Connect with us

DUNIA

Korut: Status Nuklir Kami Tak Akan Berubah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Republik Demokratik Rakyat Korea (Korut) secara provokatif mematahkan harapan perdamaian dengan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan senjata nuklir secara permanen. Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang baru saja menyerukan perwujudan Semenanjung Korea bebas nuklir dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, menegaskan bahwa status negaranya sebagai kekuatan bersenjata nuklir bersifat final, abadi, dan sama sekali tidak dapat dinegosiasikan.

“Saya menegaskan kembali dan memastikan dengan nada yang sangat tegas soal tekad teguh negara kami untuk mempertahankan senjata nuklir sepanjang masa,” tegas Choe dalam pernyataan resminya melalui Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (24/9/2026).

Choe menekankan bahwa status nuklir Pyongyang tidak akan pernah diubah dalam keadaan apa pun, terlepas dari tekanan yang diberikan oleh kekuatan-kekuatan yang mereka anggap memusuhi kedaulatan Korut. Ia juga menepis segala bentuk negosiasi dua kaki.

“Koeksistensi antara konfrontasi dan dialog mungkin bisa diterapkan bagi pihak mana pun, namun hal itu tidak akan pernah menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan bagi DPRK,” lanjut Choe.

Pernyataan agresif ini merupakan reaksi langsung atas pidato Presiden Korsel Lee Jae Myung di markas PBB, New York. Dalam pidato tersebut, Lee mendesak penghentian total pengembangan senjata Korut demi mewujudkan semenanjung yang damai. Lee juga berambisi meletakkan dasar bagi dimulainya kembali dialog yang telah lama membeku antara Korut dan Amerika Serikat.

Pekan lalu, Lee sempat menyinggung bahwa Presiden AS Donald Trump secara jelas menunjukkan ketertarikan untuk kembali berdialog dengan Pyongyang. Trump, yang memiliki rekam jejak tiga kali pertemuan langsung dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un pada masa jabatan pertamanya, dilaporkan merencanakan pertemuan lanjutan pada akhir tahun ini. Namun, dengan sikap keras kepala Pyongyang terkait kepemilikan senjata pemusnah massalnya, prospek diplomasi damai tersebut kini berada di ujung tanduk. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version