Connect with us

DUNIA

Netanyahu Akui Israel Kuasai Mayoritas Gaza

Aktualitas.id -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pasukannya kini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza. Pernyataan itu langsung memicu sorotan internasional karena dinilai menjadi pengakuan terbuka bahwa Israel terus memperluas operasi militernya meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober lalu.

Dalam pidatonya pada peringatan Jerusalem Day, Kamis (14/5/2026), Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mundur dari Gaza meski tekanan dunia internasional terus meningkat.

“Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat,” kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa militer Israel terus bergerak melampaui batas wilayah yang sebelumnya disepakati dalam skema gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Berdasarkan ketentuan perjanjian itu, pasukan Israel seharusnya hanya berada di area tertentu di belakang “Garis Kuning”, yang secara efektif membatasi kontrol Israel di sekitar separuh wilayah Gaza.

Namun pengakuan Netanyahu kini dianggap sebagai konfirmasi resmi pertama bahwa operasi militer Israel terus meluas ke area baru yang disebut sejumlah laporan media sebagai “Garis Oranye”.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga membanggakan kekuatan militer Israel dan mengklaim pemerintahannya berhasil membawa pulang seluruh sandera.

“Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan rakyat kami, negara kami, tentara kami, dan warisan kami,” ujarnya.

Meski gencatan senjata masih berlaku di atas kertas, serangan dan operasi militer di Gaza dilaporkan terus berlangsung hampir setiap hari. Situasi ini membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan Oktober lalu.

Tak hanya di Gaza, kekerasan juga terus meningkat di wilayah pendudukan Tepi Barat. Otoritas Palestina melaporkan seorang remaja berusia 15 tahun, Fahd Zidan Oweis, tewas ditembak pasukan Israel di wilayah Nablus pada Jumat (15/5/2026).

Menurut otoritas Palestina, jenazah korban bahkan masih ditahan pihak Israel.

Sementara itu, militer Israel mengklaim operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindakan kontrateror terhadap pihak yang dianggap mengancam kendaraan Israel di jalan utama.

Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, kekerasan di Tepi Barat juga meningkat tajam. Data yang dihimpun AFP dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan sedikitnya 1.072 warga Palestina tewas akibat aksi pasukan atau pemukim Israel.

Di sisi lain, data resmi Israel menyebut sedikitnya 46 warga Israel tewas akibat serangan Palestina maupun operasi militer selama periode yang sama.

Dengan pengakuan terbaru Netanyahu, kekhawatiran dunia internasional terhadap meluasnya konflik dan gagalnya implementasi gencatan senjata kini semakin besar. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version