DUNIA
Netanyahu Mau Gencatan Senjata Asalkan Hizbullah Lucuti Senjata
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan untuk membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon terkait kemungkinan gencatan senjata. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah serangan besar Israel di Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel siap membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon terkait kemungkinan gencatan senjata dan upaya meredakan konflik di kawasan perbatasan kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan setelah serangan militer Israel di sejumlah wilayah Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari seribu lainnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4), Netanyahu mengatakan dirinya telah menginstruksikan kabinet Israel untuk segera memulai proses negosiasi.
“Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut secepat mungkin,” kata Netanyahu.
Menurutnya, pembicaraan tersebut akan difokuskan pada dua isu utama, yakni pelucutan senjata kelompok milisi Hezbollah serta pembentukan hubungan damai antara Israel dan Lebanon.
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah ketegangan kawasan yang meningkat setelah rangkaian serangan udara Israel menghantam berbagai wilayah Lebanon.
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 303 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Serangan ini juga terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimaksudkan untuk membuka jalan negosiasi guna mengakhiri konflik lima pekan antara blok AS-Israel dan Iran.
Namun, Israel dan Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.
Sebaliknya, Iran serta sejumlah mediator internasional, termasuk Pakistan, menyebut Lebanon seharusnya masuk dalam cakupan gencatan senjata tersebut.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pemerintahnya tengah menempuh jalur diplomatik yang mulai mendapat dukungan dari komunitas internasional.
Ia menegaskan bahwa solusi terbaik bagi situasi yang terjadi adalah tercapainya gencatan senjata yang dapat menghentikan eskalasi konflik.
“Tidak ada keselamatan tanpa negara dan kekuatan sahnya,” kata Aoun dalam pernyataan resminya.
Pemerintah Lebanon juga telah menginstruksikan aparat keamanan untuk memperkuat kontrol negara atas kepemilikan senjata di ibu kota Beirut, sebagai langkah membatasi pengaruh kelompok bersenjata non-negara.
Meski membuka peluang negosiasi, Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa Israel tetap akan melanjutkan serangan terhadap Hezbollah dengan “kekuatan, presisi, dan determinasi”.
Militer Israel bahkan mengklaim telah menewaskan Ali Yusuf Harshi, yang disebut sebagai ajudan pemimpin Hezbollah Naim Qassem, dalam salah satu operasi militer terbaru.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Hezbollah mengenai klaim tersebut.
Konflik terbaru ini semakin meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah jika upaya diplomasi tidak segera membuahkan hasil. (Mun)
-
RIAU27/05/2026 13:00 WIBWabup Bengkalis: Iduladha Momentum Pererat Persaudaraan dan Gotong Royong
-
RAGAM27/05/2026 11:30 WIBMakan Dading Kambing Tak Selalu Bikin Hipertensi
-
NASIONAL27/05/2026 13:40 WIBIduladha 1447 H, Golkar Sembelih Puluhan Hewan Kurban
-
OASE27/05/2026 05:00 WIBTangisan Umar Saat Nabi Bacakan Ayat Penyempurna Agama
-
OLAHRAGA27/05/2026 00:01 WIBFPTI Kirim 8 Atlet ke World Climbing Series Madrid 2026
-
Berita27/05/2026 12:00 WIBTrump: Uranium Iran Harus Diserahkan atau Dimusnahkan
-
OTOTEK27/05/2026 12:30 WIBHP Penuh? Ini Cara Kosongkan Memori Tanpa Hapus Aplikasi
-
EKBIS27/05/2026 10:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp13 Ribu