POLITIK
Atribut PSI Lebih Banyak daripada Kader Partai
AKTUALITAS.ID – Analis politik Saiful Huda Ems mengatakan, atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) lebih banyak dibandingkan jumlah kader partai tersebut. Pasalnya, PSI tidak bepengalaman untuk berkembang menjadi kekuatan politik utama di Indonesia.
“Spanduk, pamflet dan baliho-balihonya lebih banyak dari kader-kader partainya,” ujar Saiful dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Menurut Saiful, PSI masih perlu memperkuat struktur organisasi dan basis kader jika ingin bersaing dengan partai politik besar. Dengan banyaknya keberadaan atribut politik belum cukup untuk membangun kekuatan partai tanpa didukung kerja organisasi yang kuat di tingkat akar rumput.
“Kalau diibaratkan petinju, PSI selain tidak pernah juara juga tidak pernah duel dengan para petinju kelas berat,” kata Saiful.
Tak hanya itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dinilai belum memiliki pengalaman panjang dalam organisasi politik sebelum memimpin partai tersebut. Karena memimpinan partai membutuhkan proses kaderisasi dan pengalaman dalam membangun mesin politik.
“Kaesang belum pernah mempunyai pengalaman organisatoris, apalagi memimpin partai, kecuali partai yang sekarang dipimpinnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful berpendapat proses pergantian kepemimpinan di PSI belum menunjukkan pola kaderisasi politik yang panjang. Bahkan, strategi PSI yang kerap mengkritik partai politik lain, termasuk PDI Perjuangan, belum tentu mampu meningkatkan dukungan masyarakat. I
“Strategi PSI menyerang PDIP tidak akan berhasil merebut hati rakyat. Membangun dan membesarkan partai politik itu sangat susah, diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk merawat dan menjaganya,” tutur Saiful.
Ia menilai pengalaman Pemilu 2024 menjadi tantangan tersendiri bagi PSI. Perhatian publik dan dukungan politik yang pernah diterima PSI belum mampu mengantarkan partai tersebut melewati ambang batas parlemen.
“PSI tahun 2024 ditopang kekuasaan dan dana yang begitu besar saja gagal, apalagi sekarang,” katanya.
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NASIONAL03/09/2026 18:10 WIBPraperadilan Ditolak, Febrie Adriansyah Siap Hadapi Pokok Perkara TPPU
-
NASIONAL03/09/2026 20:30 WIBBahas Perdagangan hingga Energi Nuklir, Prabowo dan Putin Dorong Konektivitas Maritim Dua Negara Pasifik