POLITIK
PSI Tidak akan Besar, Tetap akan Jadi Partai Gurem
AKTUALITAS.ID – Analis politik Saiful Huda Ems menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029. Pasalnya, proses membangun sebuah partai politik membutuhkan waktu panjang, konsistensi, serta penguatan basis kader dan itu tak dimiliki oleh PSI.
“Melihat sepak terjang PSI, terutama para pengurusnya yang kebanyakan masih pemula, telah membuat rakyat tertawa,” ujar Saiful melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Menurut Saiful, perubahan sikap politik sejumlah pengurus PSI dalam beberapa isu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik terhadap partai tersebut.
Dirinya mencontohkan sikap politik PSI yang sebelumnya pernah melontarkan kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto, namun kemudian menunjukkan dukungan terhadap pemerintahan.
“Belum lama mengolok-olok Prabowo Subianto, namun tiba-tiba para pengurus PSI justru berbalik menjadi pendukung dan pemujanya,” kata dia.
Saiful juga menilai strategi politik PSI yang kerap mengkritik partai lain, termasuk PDI Perjuangan, belum tentu mampu meningkatkan daya tarik partai di tengah masyarakat. Sebuah elektabilitas partai tidak hanya ditentukan oleh komunikasi politik, tetapi juga oleh kekuatan organisasi dan kerja kader di lapangan.
“Strategi PSI menyerang PDIP tidak akan berhasil merebut hati rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful memperkirakan PSI masih akan menghadapi tantangan untuk menjadi kekuatan politik besar pada Pemilu 2029. Dalam pandangannya, pengalaman sejumlah partai menunjukkan bahwa membangun mesin politik membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Membangun dan membesarkan partai politik itu sangat susah, diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk merawat dan menjaganya. Tidak bisa begitu saja tiba-tiba besar apalagi menjadi pemenang,” kata Saiful.
Dirinya menyinggung hasil Pemilu 2024 sebagai salah satu indikator tantangan yang harus dihadapi PSI. Karena partai tersebut belum berhasil memperoleh kursi di DPR RI meski mendapat perhatian publik dan dukungan politik dari sejumlah pihak.
“PSI tahun 2024 ditopang kekuasaan dan dana yang begitu besar saja gagal, apalagi sekarang,” sambungnya.
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba