JABODETABEK
Peringatan Kemarau! Bendung Katulampa Sentuh 0 Sentimeter
AKTUALITAS.ID – Dampak musim kemarau mulai terasa di Kota Bogor. Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa pada Sabtu (18/7/2026) tercatat menyentuh 0 sentimeter, menandakan debit aliran Sungai Ciliwung mengalami penurunan yang signifikan.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air di wilayah hulu Ciliwung. Dalam beberapa hari terakhir, ketinggian air di Bendung Katulampa disebut terus berfluktuasi di kisaran 0 hingga 10 sentimeter.
Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan penurunan debit air merupakan dampak dari minimnya curah hujan selama musim kemarau.
“Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. TMA Bendung Katulampa 0 sentimeter. Dalam beberapa hari memang pernah 0 cuma ada 1–2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi. Dampaknya memang mulai terasa karena musim kemarau,” ujar Alwan.
Meski demikian, Alwan mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, agar tidak lengah. Ia meminta warga tetap memantau perkembangan cuaca karena hujan lokal masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
“Untuk warga di hilir bantaran Kali Ciliwung, tetap siaga dan waspada terhadap perubahan cuaca. Saat hujan, masih ada beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan surutnya aliran Sungai Ciliwung membuat hamparan batu yang biasanya terendam kini terlihat jelas di permukaan. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah anak untuk bermain air dan mencari ikan di sela-sela bebatuan.
“Main air aja sambil cari ikan. Ada ikan mujair, nanti mau coba dimasak,” kata Aldo (14), salah seorang anak yang bermain di lokasi.
Di balik pemandangan tersebut, penurunan debit air juga menjadi peringatan akan potensi krisis air bersih. Warga diimbau mulai menghemat penggunaan air karena sejumlah wilayah di Kota Bogor telah merasakan dampak kekeringan.
Dalam sepekan terakhir, kawasan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, dan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, dilaporkan mengalami kesulitan air bersih setelah sumur-sumur warga mulai mengering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan terus mengikuti informasi resmi mengenai kondisi cuaca serta debit Sungai Ciliwung, mengingat perubahan kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu. (Irawan/Mun)
-
FOTO18/07/2026 22:00 WIBFOTO: InJourney dan Pertamina Ajak Masyarakat Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
JABODETABEK18/07/2026 19:00 WIBNobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng, Ada Armada hingga Bazar UMKM
-
POLITIK18/07/2026 21:00 WIBKPK Dorong Kampanye Pemilu Lebih Sederhana dan Berbasis Adu Gagasan
-
RIAU18/07/2026 23:00 WIBPanen Raya 50 Hektare di Siak Kecil, Bengkalis Percepat Target Swasembada Pangan
-
NASIONAL18/07/2026 19:30 WIBKPK Sebut Korupsi Berawal dari Tingginya Investasi Politik
-
DUNIA18/07/2026 20:00 WIBIran Sebut AS Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz
-
DUNIA19/07/2026 12:00 WIBMilisi Irak Umumkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Targetkan Trump
-
POLITIK19/07/2026 09:00 WIBPBB Resmi Jadi Garda Terdepan Pemerintahan Prabowo Subianto