DUNIA
Qatar: Kami Tak Pernah dan Tak Akan Serang Iran
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Qatar melontarkan bantahan keras setelah muncul laporan media Israel yang menyebut Doha disebut-sebut menyetujui keterlibatan dalam operasi militer terhadap Iran. Qatar menegaskan kabar tersebut tidak benar dan menuding ada pihak yang sengaja mencoba menyeret negara Teluk itu ke dalam pusaran konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Melalui Kantor Media Internasional Qatar, pemerintah menyatakan tuduhan tersebut merupakan informasi menyesatkan yang berpotensi merusak peran diplomatik Doha sebagai mediator dalam berbagai konflik kawasan, termasuk komunikasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Tuduhan-tuduhan ini telah disebarkan oleh individu-individu yang berupaya menyeret Qatar ke dalam konflik, untuk mengganggu peran penting kami dalam mediasi dan untuk mendorong kawasan Timur Tengah menuju eskalasi dan kekacauan lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi Qatar, Kamis (16/7/2026).
Qatar menegaskan sejak konflik pecah, negara itu tidak pernah terlibat dalam operasi militer terhadap negara tetangganya dan tidak memiliki niat untuk ikut dalam aksi militer apa pun.
“Qatar tidak pernah berpartisipasi dan tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer terhadap negara tetangga mana pun,” tegas pemerintah Doha.
Lebih jauh, Qatar memastikan tuduhan tersebut tidak akan mengganggu langkah diplomasi yang selama ini dijalankan untuk meredakan ketegangan kawasan. Pemerintah Qatar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan mitra regional maupun internasional guna mendorong tercapainya penyelesaian damai yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Meski mengeluarkan bantahan tegas, pemerintah Qatar tidak mengungkap media Israel mana yang pertama kali memuat laporan tersebut maupun rincian isi pemberitaannya.
Pernyataan ini muncul di tengah kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz, yang kemudian memicu kembali konfrontasi militer antara kedua negara.
Padahal sebelumnya Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang ditujukan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik jangka panjang. Namun situasi keamanan di Selat Hormuz kembali memburuk sehingga bentrokan kembali terjadi.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik tersebut, Qatar berupaya mempertahankan posisinya sebagai mediator dan menegaskan tidak ingin terseret ke dalam konflik militer yang berpotensi memperluas instabilitas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Sabtu 17 Oktober 2026 di 5 Lokasi
-
DUNIA17/10/2026 08:00 WIBMedia Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI