Connect with us

NASIONAL

DPR: Fasilitas Penyimpanan Amunisi Harus Diaudit Menyeluruh

Aktualitas.id -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang menewaskan satu prajurit dan melukai enam personel lainnya memicu perhatian di DPR RI. Komisi I DPR meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyimpanan amunisi di lingkungan TNI agar insiden serupa tidak terulang.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut sekaligus menegaskan bahwa keselamatan prajurit dan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas pertahanan.

Menurut Dave, insiden di Madiun menjadi pengingat pentingnya memperkuat tata kelola dan standar keselamatan penyimpanan amunisi di seluruh fasilitas militer.

“Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas TNI merupakan langkah krusial, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya konstruktif agar sistem yang ada benar-benar aman dan sesuai dengan kebutuhan operasional,” ujar Dave, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai modernisasi gudang penyimpanan amunisi tidak lagi dapat ditunda. Penerapan teknologi keselamatan yang lebih mutakhir, peningkatan sistem pengamanan, serta pembaruan infrastruktur dinilai penting untuk memperkuat keamanan operasional dan meminimalkan risiko kecelakaan.

Dave juga mendorong koordinasi yang lebih erat antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan seluruh instansi terkait dalam membangun sistem pengelolaan amunisi yang lebih modern, aman, dan andal.

Komisi I DPR, lanjutnya, akan mengawal proses evaluasi tersebut agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada keselamatan prajurit, perlindungan masyarakat, dan kepentingan pertahanan nasional.

Insiden terjadi pada Kamis (16/7/2026) di Gudang Pusat Munisi II Puspalad, Saradan, Kabupaten Madiun.

Hingga kini, TNI Angkatan Darat masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal, peristiwa terjadi ketika personel sedang melaksanakan prosedur pemeliharaan dan perawatan materiil munisi sesuai prosedur tetap yang berlaku.

Menurut Donny, rangkaian kegiatan telah diawali dengan briefing dan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan. Meski demikian, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Akibat ledakan tersebut, satu prajurit meninggal dunia, empat personel mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara TNI AD terus melakukan penyelidikan internal guna mengungkap penyebab kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut aspek keselamatan personel dan pengelolaan fasilitas penyimpanan amunisi, yang dinilai perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan seiring kebutuhan operasional pertahanan. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version