DUNIA
Milisi Irak Umumkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Targetkan Trump
AKTUALITAS.ID – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengumumkan tawaran imbalan sebesar US$10 juta atau sekitar Rp179,4 miliar yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pengumuman tersebut disampaikan kelompok itu dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (16/7/2026) dan kemudian diberitakan sejumlah media internasional. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengaitkan pengumuman itu dengan kematian dua tokoh yang mereka hormati, yakni Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.
Kelompok Perlawanan Islam di Irak menyatakan dana sebesar US$10 juta berasal dari sumbangan anggota dan para pendukungnya. Pernyataan tersebut berisi ancaman terhadap Presiden AS Donald Trump. Pernyataan itu merupakan klaim dari kelompok tersebut dan tidak menunjukkan adanya tindakan nyata yang telah terjadi.
Kelompok itu juga kembali menuding Trump bertanggung jawab atas operasi militer yang menewaskan Soleimani, mantan Komandan Pasukan Quds Iran, serta Abu Mahdi al-Muhandis, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak.
Peristiwa pada 2020 tersebut menjadi salah satu titik balik meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Operasi yang diperintahkan langsung oleh Trump kala itu memicu kecaman dari Iran beserta kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya, sekaligus meningkatkan risiko konflik di kawasan.
Kelompok Perlawanan Islam di Irak merupakan salah satu faksi bersenjata yang tergabung dalam apa yang dikenal sebagai Poros Perlawanan, sebuah jaringan kelompok yang didukung Iran dan selama beberapa tahun terakhir terlibat dalam berbagai serangan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun otoritas Amerika Serikat terkait pernyataan terbaru kelompok tersebut. Situasi keamanan di kawasan masih terus dipantau menyusul meningkatnya retorika dan ketegangan antara kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran dan Amerika Serikat. (Mun)
-
NASIONAL20/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Desak Reformasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NUSANTARA20/07/2026 08:30 WIBHujan Tak Henti, Tapanuli Tengah Lumpuh Diterjang Banjir
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
OASE20/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an: Jangan Jadikan Harta Haram Jalan Kaya
-
NASIONAL20/07/2026 06:00 WIBMenteri ATR: Jangan Biarkan Lahan Produktif Hilang
-
JABODETABEK20/07/2026 06:30 WIBCatat! SIM Keliling Jakarta Beroperasi Mulai Pukul 08.00 WIB
-
NUSANTARA20/07/2026 07:30 WIBBPBD: Banjir Agam Dipicu Hujan Deras dan Pendangkalan Sungai