JABODETABEK
Dampak Kemarau Ekstrem, Debit Sungai Cisadane Anjlok 12 Persen
AKTUALITAS.ID – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Tangerang, Banten. Debit air Sungai Cisadane dilaporkan menyusut hingga 12 persen, membuat aliran sungai jauh lebih dangkal dan memunculkan bebatuan yang selama ini terendam di dasar sungai.
Kondisi tersebut menjadi pemandangan yang tidak biasa. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan surutnya aliran sungai dengan turun langsung ke dasar sungai untuk memancing dan menjala ikan, aktivitas yang biasanya hanya bisa dilakukan dari tepian.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) DAS Cidurian-Cisadane, penurunan debit air dipicu oleh minimnya pasokan air dari wilayah hulu di Bogor, Jawa Barat, ditambah rendahnya curah hujan dalam sebulan terakhir.
Kepala Balai UPT DAS Cidurian-Cisadane Didik Purwanto mengatakan penyusutan debit air memang menjadi fenomena yang muncul setiap musim kemarau. Namun, menurutnya, kondisi tahun ini lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan debit air 12 persen ini merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap musim kemarau. Tapi kondisi tahun ini lebih ekstrem akibat curah hujan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Didik, Senin (20/7/2026).
Mengantisipasi dampak yang lebih luas, UPT DAS Cidurian-Cisadane kini berkoordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) untuk melakukan normalisasi (dredging) di sekitar area intake agar pengambilan air baku tetap berjalan optimal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tidak terganggu selama musim kemarau berlangsung.
“Ini dilakukan agar pengambilan air baku tetap berjalan maksimal, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau,” kata Didik.
Meski debit sungai menurun cukup signifikan, Didik memastikan pasokan air baku untuk masyarakat maupun kebutuhan irigasi pertanian masih dalam kondisi aman.
Namun demikian, pihaknya terus memantau perkembangan debit Sungai Cisadane secara berkala. Jika musim kemarau semakin panjang dan kondisi kekeringan memburuk, berbagai langkah antisipasi akan disiapkan untuk menjaga ketersediaan air baku, mendukung kebutuhan irigasi, sekaligus mempertahankan fungsi pengendalian banjir.
Di sisi lain, masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air sejak dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga cadangan air hingga musim penghujan kembali tiba.
Penyusutan Sungai Cisadane menjadi pengingat bahwa dampak kemarau tidak hanya memengaruhi kondisi sungai, tetapi juga berpotensi berimbas pada pasokan air bersih, sektor pertanian, dan kebutuhan masyarakat apabila berlangsung lebih lama dari perkiraan. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL09/09/2026 14:00 WIBPolri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
NASIONAL09/09/2026 15:30 WIBGulam Sharon Bongkar Masalah BBM di Pontianak
-
NASIONAL09/09/2026 15:46 WIBBea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal, BCW: Jangan Cuma di Hilir, Bongkar Pabrik dan Jaringannya
-
RIAU09/09/2026 14:30 WIBALFI Riau Desak Pemerintah Bongkar Ulang KBLI Multimoda
-
POLITIK09/09/2026 17:00 WIBBawaslu dan BSSN Bangun Pertahanan Siber untuk Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL09/09/2026 16:00 WIBErna: Kesejahteraan Rescuer Harus Prioritas
-
NASIONAL09/09/2026 19:00 WIBMori Hanafi Minta Anggaran BMKG 2027 Ditahan
-
DUNIA09/09/2026 15:00 WIBFasilitas Energi Saudi Terbakar Usai Serangan Houthi