Connect with us

NASIONAL

Eddy Soeparno Desak Reformasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kebakaran yang kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah memasuki fase yang tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan kebakaran TPA yang terus berulang merupakan bukti lemahnya tata kelola, pengawasan, dan upaya pencegahan.

Menurut Eddy, kebakaran yang terjadi setelah insiden serupa di TPA Jatiwaringin menunjukkan pola yang berulang sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai musibah biasa.

“Ketika TPA terus terbakar, itu artinya sistem kita belum bekerja, khususnya sistem pengawasan dan penindakan di TPA,” kata Eddy Soeparno, Minggu (19/7/2026).

Ia menilai perhatian pemerintah selama ini lebih banyak tertuju pada pemadaman api dan penanganan longsoran sampah dibanding membenahi akar persoalan yang menyebabkan bencana terus berulang.

Indonesia sendiri menghasilkan sekitar 56 juta ton sampah setiap tahun, sementara sebagian besar masih ditangani melalui sistem landfill atau penimbunan di TPA. Menurut Eddy, pola tersebut sudah tidak lagi memadai karena banyak TPA mengalami kelebihan kapasitas, rentan terbakar, memicu longsor, mencemari lingkungan, dan menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan TPA sebagai solusi utama. Kalau tidak ada perubahan mendasar, situasi ini berpotensi menjadi krisis yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar, Eddy mendorong percepatan penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) yang dinilai mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

Namun, menurutnya solusi tidak cukup hanya membangun fasilitas pengolahan modern. Perubahan harus dimulai dari hulu, yakni dengan mengurangi produksi sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan sampah, pengurangan penggunaan barang sekali pakai, serta penguatan ekonomi sirkular.

Selain itu, Eddy meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan di seluruh TPA dan menindak tegas praktik illegal dumping yang memperburuk kondisi pengelolaan sampah.

Ia mengingatkan tingginya kandungan sampah organik menghasilkan gas metana yang mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko kebakaran apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara benar.

“Kita tidak boleh terus menunggu kebakaran berikutnya baru bergerak. Pengawasan harus diperkuat, penindakan harus tegas, dan transformasi pengelolaan sampah harus segera dilakukan agar bencana serupa tidak terus berulang,” pungkasnya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version