Connect with us

POLITIK

Pernyataan Budi Arie soal Pemilu Dipercepat, Mahfud Endus Permainan Politik

Aktualitas.id -

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. AKTUALITAS.ID/Dede Kurniawan

AKTUALITAS.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029 tidak menimbulkan persoalan hukum. Namun secara politik, polemik tersebut dinilai dapat menguntungkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo karena kembali membawa namanya ke ruang perbincangan publik.

“Secara hukum Budi Arie mengatakan itu ya tidak apa-apa, tidak melanggar hukum. Tidak ada risiko apa pun bagi Budi Arie. Tapi secara politis ini bisa menguntungkan Jokowi,” kata Mahfud melalui kanal YouTube miliknya, Rabu (2/9/2026).

Mahfud menjelaskan, pernyataan mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat dapat dipandang sebagai sebuah analisis politik. Karena itu, ia tidak melihat adanya dasar untuk mempersoalkan Budi Arie secara hukum hanya karena menyampaikan pandangan tersebut.

Namun, Mahfud melihat dampak politik yang berbeda. Polemik yang berkembang setelah pernyataan Budi Arie membuat nama Jokowi kembali muncul dalam pemberitaan dan percakapan politik.

Ia bahkan menduga pernyataan tersebut bisa saja sengaja dilempar untuk menciptakan dinamika tertentu.

“Malah menurut saya itu disengaja dilempar saja. Anda tidak akan diapa-apakan, setelah itu diatur agar PSI marahi dia,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menyoroti respons Partai Solidaritas Indonesia terhadap pernyataan Budi Arie. Kritik yang disampaikan PSI dinilai dapat dipahami sebagai sikap politik, meski ia menduga rangkaian polemik tersebut mungkin saja telah diatur.

Permintaan maaf Budi Arie yang muncul setelah polemik berkembang juga menjadi perhatian Mahfud. Jika seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari strategi politik, langkah itu dinilai dapat menghasilkan keuntungan karena membuat Jokowi kembali menjadi pusat perhatian.

“Menurut saya ini kecerdikan kalau mau dianggap Jokowi mengetahui, bahkan mungkin menyuruh ini,” kata Mahfud.

Meski demikian, Mahfud mengingatkan publik agar tidak gegabah menghubungkan pernyataan Budi Arie dengan dugaan upaya menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jangan gegabah menuduh Budi dan Jokowi mau kudeta, nggak mungkin. Itu analisis biasa bahwa Pemilu bisa dipercepat,” tegasnya.

Mahfud juga menanggapi desakan agar Presiden Prabowo segera mengambil tindakan terhadap Budi Arie. Ia berpandangan seruan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena dapat menjadi bagian dari dinamika politik yang berkembang setelah pernyataan mengenai Pemilu dipercepat.

“Ada yang mengatakan, ayo Pak Prabowo harus segera menindak ini. Kalau Pak Prabowo tidak segera menurunkan, habis ini ada yang bilang begitu. Ah, itu permainan semua,” tutur Mahfud.

Ia menilai polemik tersebut pada akhirnya tidak memberikan konsekuensi hukum bagi Budi Arie. Namun, perdebatan yang muncul berhasil membuat sejumlah nama kembali menjadi sorotan publik.

Mahfud melihat kondisi tersebut sebagai permainan politik apabila memang dirancang sejak awal oleh pihak tertentu.

“Ini bagian dari permainan politik yang canggih. Kalau ini memang sengaja oleh timnya Jokowi, menurut saya canggih,” pungkas Mahfud.

TRENDING

Exit mobile version