Connect with us

POLITIK

Bahlil Minta Kader Golkar Berubah atau Tertinggal di Pemilu 2029

Aktualitas.id -

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan evaluasi terbuka terhadap partainya. Meski Golkar memiliki 102 kursi di DPR RI, Bahlil menegaskan capaian tersebut belum membuatnya puas dan meminta seluruh kader meningkatkan kapasitas menghadapi persaingan politik menuju Pemilu 2029.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat membuka Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (3/8/2026).

Dalam pidatonya, Bahlil mengaku hampir dua tahun memimpin Partai Golkar sejak terpilih sebagai ketua umum pada 20 Agustus 2024. Berdasarkan pengalamannya memimpin partai, ia menilai kualitas kader Golkar sangat kompetitif.

“Saya melihat, tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa kualitas kader Partai Golkar ini jauh lebih baik di atas rata-rata ketimbang yang lain,” ujar Bahlil.

Namun, apresiasi itu langsung diiringi evaluasi. Menurut Bahlil, besarnya jumlah kursi di parlemen tidak boleh membuat partai terlena. Ia justru menilai masih banyak kader yang perlu meningkatkan kualitas diri.

“Namun menurut saya, itu saya tidak puas. Menurut saya, dari 102 kursi yang ada kita di parlemen, ini masih banyak yang butuh kita upgrade bersama-sama, kita belajar bersama-sama,” tegasnya.

Bahlil menilai tantangan politik ke depan akan jauh berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Karena itu, proses kaderisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.

Ia mengingatkan bahwa komposisi pemilih pada Pemilu 2029 akan didominasi generasi berusia 17 hingga 50 tahun yang diperkirakan mencapai sekitar 73 persen dari total pemilih.

Menurutnya, perubahan demografi tersebut menuntut Golkar bergerak lebih cepat agar tidak kehilangan daya saing.

“Kalau Golkar tidak mampu melakukan adaptasi, ini kita akan ketinggalan. Ini bukan persoalan pintar mengalahkan yang bodoh atau kuat mengalahkan yang lemah, ini persoalannya adalah yang cepat mengalahkan yang lambat,” kata Bahlil.

Ia menegaskan evaluasi internal harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama melalui proses kaderisasi yang terstruktur agar seluruh kader memahami arah perjuangan partai.

Karena itu, Bahlil menilai pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kader menghadapi dinamika politik nasional.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan mendorong anggota Fraksi Golkar di DPR untuk ikut terlibat dalam proses tersebut.

“TOT ini menurut saya sangat penting. Saya meminta kepada teman-teman yang mengikuti TOT ini serius. Jadikan wajib, supaya tahu mana kepentingan partai, mana kepentingan pribadi. Kalau nggak ada filter yang mengontrol kita, susah,” ujarnya.

Melalui pernyataan tersebut, Bahlil mengisyaratkan bahwa target Golkar bukan sekadar mempertahankan jumlah kursi di parlemen, tetapi membangun kualitas kader yang dinilai mampu menjawab perubahan politik dan karakter pemilih menuju Pemilu 2029. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version