Connect with us

POLITIK

Bawaslu Waspadai Ancaman AI dan Hoaks Jelang Pemilu 2029

Aktualitas.id -

Anggota Bawaslu RI Puadi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai memperkuat strategi pengawasan berbasis teknologi untuk menghadapi tantangan Pemilu 2029. Salah satu fokus utama adalah menghadapi penyebaran hoaks, disinformasi, serta pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang dinilai akan semakin memengaruhi proses demokrasi.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu RI Puadi usai membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Jayabaya, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Puadi, transformasi digital menjadi bagian penting dari penguatan kelembagaan Bawaslu, mulai dari peningkatan regulasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga optimalisasi pemantauan ruang digital.

“Kami melakukan transformasi digital, memperkuat regulasi digital, meningkatkan SDM yang melek digital, melakukan pemantauan di dunia maya, dan memaksimalkan pemanfaatan AI dalam mendukung tugas pengawasan,” ujar Puadi.

Ia menjelaskan, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri menghadapi derasnya arus informasi di media digital. Karena itu, perguruan tinggi dan mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.

Melalui program Bawaslu Campus Connect, mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga berperan sebagai agen literasi digital dan agen pengawasan partisipatif.

Puadi menilai perkembangan teknologi menghadirkan dua sisi sekaligus. Di satu sisi membuka ruang penyebaran informasi dan partisipasi publik yang lebih luas, tetapi di sisi lain juga meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.

“Tantangannya adalah penyebaran hoaks, disinformasi, dan berbagai informasi yang menyesatkan. Karena itu kami membangun kolaborasi dengan kampus untuk memperkuat literasi digital,” katanya.

Dalam program tersebut, Bawaslu juga memperkenalkan berbagai platform digital yang dimiliki lembaga, seperti Siwaslu, Sigap Lapor, dan SIPS, yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan informasi maupun dugaan pelanggaran pemilu.

Menurut Puadi, partisipasi aktif mahasiswa akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung fungsi pengawasan, pencegahan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa pemilu.

“Mahasiswa diharapkan menjadi agen digital yang aktif berpartisipasi dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu 2029,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, Bawaslu berharap kesadaran politik dan literasi digital generasi muda semakin meningkat sehingga ruang digital tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga menjadi benteng untuk menjaga integritas dan transparansi demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2029. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version