DUNIA
Trump Batasi Gerak Presiden Iran di New York
AKTUALITAS.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan aturan super ketat bagi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan delegasinya selama menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di New York. AS secara resmi melarang delegasi Teheran untuk berbelanja barang mewah dan bepergian ke luar zona pembatasan yang telah ditetapkan.
Pihak berwenang AS memang telah menerbitkan visa bagi delegasi inti Iran, termasuk Presiden Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, untuk hadir di High Level Week pada 22-28 September mendatang. Namun, Kementerian Luar Negeri AS memastikan jumlah delegasi yang diizinkan masuk dipangkas drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Delegasi akan dikenakan pembatasan perjalanan dan menghadapi larangan pembelian barang mewah serta barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu,” tegas juru bicara Kemlu AS kepada BBC.
Aturan tahun ini jauh lebih mencekik imbas pecahnya perang antara kedua negara sejak Februari lalu. Sebagai perbandingan, tahun lalu delegasi Iran masih diizinkan berbelanja di tempat seperti Costco, Sam’s Club, dan BJ’s, atau membeli barang di atas US$1.000 (sekitar Rp17 juta) asalkan mendapat izin khusus. Pembatasan pergerakan tahun lalu juga telah membuat Teheran kehilangan banyak akses kegiatan diplomatik penting.
Juru bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, melalui media sosial X membongkar alasan di balik pelarangan ekstrem ini. Ia menyebut aturan ini sengaja dibuat untuk mencegah para pejabat Iran melakukan “belanja besar-besaran” di tengah penderitaan rakyat mereka yang dihantam krisis air, listrik, inflasi tajam, dan penindasan.
“Kita tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut menyalurkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi terorisnya,” tulis Pigott.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 kini tengah berlangsung. Sesi Debat Umum yang menjadi puncak acara dijadwalkan mulai Selasa (22/9) dengan agenda pidato dari Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sementara itu, perwakilan Ukraina, Suriah, dan Iran dijadwalkan naik mimbar pada hari Rabu. (Mun)
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
EKBIS18/09/2026 13:15 WIBLazada Dukung Penguatan Ekosistem Digital dan Ritel lewat JITEX 2026
-
JABODETABEK18/09/2026 13:30 WIBPolisi Tangkap Ayah yang Diduga Aniaya Seksual Anak
-
POLITIK18/09/2026 14:00 WIBPDIP: Koalisi dengan Gerindra Masih Terlalu Pagi
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBBNPB: Karhutla Sumsel Paling Luas di 6 Provinsi
-
NASIONAL18/09/2026 16:00 WIBSumail Abdullah Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Produksi Pangan
-
NASIONAL18/09/2026 22:00 WIBPimpin DPR: Jangan Ada Kapal Berlayar Tanpa SOP
-
DUNIA18/09/2026 15:00 WIBTakut Malaka Jadi Hormuz, Thailand Bikin Terusan Rp547 T