Connect with us

DUNIA

Trump Ancam Kuasai Minyak Iran Seperti Venezuela

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi global lewat pernyataannya yang terlampau berani. Di sela-sela kunjungannya ke Irlandia, Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk terus menduduki wilayah Iran dan menguasai seluruh cadangan minyaknya, persis seperti skenario penaklukan ekonomi yang dilancarkan AS terhadap Venezuela.

“Pada akhirnya kita akan keluar dari Iran, kecuali jika kita memutuskan untuk tetap bertahan dan menguasai minyaknya seperti di Venezuela,” cetus Trump tanpa aling-aling, Minggu (13/9/2026).

Trump bahkan secara blak-blakan mengumbar bahwa pendapatan dari penguasaan minyak Venezuela berhasil menutup seluruh biaya operasi militer AS hingga berlipat ganda.

Pernyataan provokatif ini memperkeruh situasi Selat Hormuz yang masih membara sejak perang pecah pada 28 Februari lalu. Eskalasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tersebut sempat menghentikan rantai pasok energi dunia hingga membuat harga minyak global meroket tajam. Meski Iran terus membantah klaim Trump terkait adanya negosiasi damai, Washington justru sibuk menghitung nilai ekonomis dari konflik tersebut.

Skenario “perampokan” berkedok perjanjian ini merujuk pada kesepakatan kontroversial AS dengan pemerintah sementara Venezuela usai penculikan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu. Di bawah tekanan AS, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez terpaksa menyerahkan kendali atas 65 miliar barel cadangan minyak selama 25 tahun—yang menyedot aliran dana hingga US$ 209 miliar per tahun ke kas Washington demi menyuplai Strategic Petroleum Reserve AS.

Trump optimistis perang melawan Iran akan diakhiri sebelum atau sesudah gelaran Pemilu Sela AS pada November mendatang. Ia berjanji harga bahan bakar akan langsung jatuh drastis begitu AS berhasil mengamankan jalur dan pasokan minyak Iran.

Sesumbar Trump ini kian menelanjangi motif sejati di balik intervensi militer AS di Timur Tengah: bukan demi penegakan demokrasi, melainkan dahaga akan penguasaan modal dan sumber daya energi global. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version