JABODETABEK
Dinkes DKI Ungkap Kasus Hantavirus di Ibu Kota
AKTUALITAS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengonfirmasi adanya temuan kasus hantavirus di ibu kota. Hingga saat ini, tercatat tiga warga dinyatakan positif, sementara enam lainnya masih berstatus suspek dan dalam pemantauan ketat petugas kesehatan.
Kasus ini menambah kewaspadaan pemerintah daerah terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kasus setiap hari.
“Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada 3 kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada 6 suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” ujar Ani, Senin (18/5/2026), di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Jakarta Barat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes DKI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta, menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan.
Selain itu, sejumlah rumah sakit rujukan juga telah ditunjuk sebagai fasilitas sentinel untuk memperkuat sistem deteksi dini kasus baru di masyarakat.
“Kami sudah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk monitoring lebih ketat,” jelas Ani.
Tidak hanya itu, tim gerak cepat juga disiagakan untuk merespons jika terjadi peningkatan kasus secara signifikan di lapangan.
Hantavirus diketahui merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan terjadi melalui paparan urin, feses, atau air liur tikus yang mengering dan kemudian terhirup manusia.
Dinkes DKI mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembersihan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
“Kalau kotoran tikus sudah kering lalu bercampur partikel udara bisa terhirup,” ujar Ani.
Ia menekankan pentingnya prosedur pembersihan yang benar, termasuk memastikan ventilasi ruangan baik, tidak membersihkan dalam kondisi kering, serta menggunakan disinfektan atau cairan pemutih sebelum proses pembersihan dilakukan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah risiko penularan.
Kasus ini kini terus dipantau ketat oleh Dinkes DKI Jakarta bersama fasilitas kesehatan terkait untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lebih luas di masyarakat. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK06/10/2026 10:30 WIBMalam Ini MK Putus Nasib Gugatan Gibran
-
RAGAM06/10/2026 13:30 WIBOktober Jadi Momen Pencairan BSU, Siapa yang Kebagian?
-
EKBIS06/10/2026 11:30 WIBBBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK06/10/2026 13:00 WIBRUU Pemilu Memanas, PKB Dorong Opsi Threshold 5-6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL06/10/2026 11:00 WIBPakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik di RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL06/10/2026 14:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Penyiksaan Sadis di Balik Jeruji Cibinong