NASIONAL
Waspada! Hantavirus Sudah Menyebar ke 9 Provinsi Indonesia
AKTUALITAS.ID – Alarm kewaspadaan kesehatan kembali menyala di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sebanyak 23 kasus positif hantavirus ditemukan di berbagai daerah sepanjang 2024 hingga 2026. Yang mengkhawatirkan, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia dengan tingkat fatalitas mencapai 13 persen.
Penyebaran virus ini tercatat sudah menjangkau sedikitnya sembilan provinsi, mulai dari DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur hingga Kalimantan Barat.
Data Kemenkes menunjukkan, dari total 251 kasus suspek yang diperiksa, sebanyak 23 orang dinyatakan positif hantavirus. Sementara itu, 20 pasien lainnya berhasil sembuh setelah menjalani penanganan medis.
Menyikapi perkembangan tersebut, pemerintah langsung memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk negara. Thermal scanner kembali dioptimalkan untuk memantau pelaku perjalanan internasional yang berpotensi membawa penyakit menular.
“Screening gejala pada pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner saat ini masih terus berlanjut,” kata Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Tak hanya itu, petugas kesehatan juga melakukan pengamatan visual terhadap penumpang dan memanfaatkan aplikasi pemantauan kesehatan guna mendeteksi gejala lebih dini.
Kemenkes turut memperkuat surveillance sentinel di 21 rumah sakit sebagai langkah antisipasi penyebaran virus yang dikenal ditularkan melalui tikus dan kotorannya tersebut.
Di sisi lain, pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan nasional. Sebanyak 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging telah disiapkan untuk menangani pasien hantavirus bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus.
“Jangan khawatir bahwa saat ini sudah ada 198 rumah sakit di jejaring pengampuan infeksi emerging yang ada di Indonesia,” ujar Widyawati.
Selain rumah sakit rujukan, laboratorium pemeriksaan juga diperkuat melalui Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, serta jejaring laboratorium kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
Kemenkes menjelaskan, kasus yang kini menjadi perhatian berasal dari tipe HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Gejalanya sekilas menyerupai flu biasa, namun dapat berkembang menjadi kondisi serius.
Penderita umumnya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga rasa tidak nyaman yang berat. Dalam kondisi tertentu, virus ini dapat menyerang ginjal dan memicu komplikasi fatal.
“Kalau kita punya gejala seperti itu, langsung saja dibawa. Nanti kan ada pemeriksaan di sana, apakah itu karena virus hanta atau virus lainnya,” tutur Widyawati.
Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun, membersihkan rumah, menghindari kontak dengan tikus dan kotorannya, serta memastikan tidak ada tumpukan barang yang bisa menjadi sarang hewan pengerat.
“Intinya adalah usahakan lingkungan di sekitar kita itu bersih. Jangan ada barang bertumpuk,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
EKBIS24/06/2026 11:30 WIBSelat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Turun
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
NUSANTARA24/06/2026 11:00 WIB2 Peserta SPPI Tewas Saat Latihan Militer
-
POLITIK24/06/2026 13:00 WIBPengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
RIAU24/06/2026 12:45 WIBOperasi Senyap, Polresta Pekanbaru Gerebek Gudang Narkoba di Apartemen Mewah
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran