PAPUA TENGAH
Pasukan Ditarik, Jalan Sunyi Polisi Menjaga Kapiraya dari Balik Bayang-Bayang Konflik Tapal Batas
MIMIKA – Deru mesin perahu yang membawa pasukan gabungan Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah mungkin telah menjauh, meninggalkan keheningan di tanah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.
Namun, di wilayah yang masih terbelit sengketa tapal batas ini, penarikan pasukan bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Di tengah kesunyian itu, pengamanan justru semakin ditingkatkan.
Kepala Kepolisian Sektor Mimika Barat, Ipda Muhammad Yani, berdiri di garis terdepan untuk menegaskan bahwa perginya personel tidak akan membiarkan Kapiraya jatuh menjadi zona tak bertuan.
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah sebuah janji setia yang tak bisa ditawar, meski kini ia harus menavigasi keadaan dengan sumber daya yang kian terbatas.
Komitmen ini jauh melampaui sekadar retorika administratif. Kapiraya bukan sekadar titik di peta; ia adalah api dalam sekam dalam peta geopolitik Papua, terjepit di antara sengketa batas dengan dua kabupaten tetangga.
Di wilayah yang rawan tersulut gesekan ini, kehadiran sosok berseragam cokelat menjadi satu-satunya bukti nyata bahwa negara masih hadir dan tidak berpaling muka.
Manifestasi kehadiran negara itu mewujud dalam aksi-aksi yang menyentuh urat nadi kehidupan warga. Mulai dari patroli dialogis hingga tugas sederhana namun heroik: menjadi pengawal bagi masa depan Kapiraya.
Di tengah ketidakpastian administratif, anak-anak SDN Inpres Uta 2 harus tetap bisa menuntut ilmu tanpa dibayangi rasa mencekam.
“Tadi pagi pukul 08.00 WIT, personil Polsek Mimika Barat yang di pimpin oleh Bripka Alisusanto melaksanakan patroli dialogis dan disertai dengan pelayanan antar jemput anak-anak sekolah SDN Inpres Uta 2 Kapiraya,” jelas Muhammad Yani melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5/2026).
Di bawah terik matahari dan rimbunnya hutan Papua, polisi tidak berjalan sendirian. Mereka merajut sinergi yang kokoh dengan Babinsa Pos Ramil Kapiraya, menyisir setiap sudut pemukiman hingga ke Kilometer 4.
Langkah kaki mereka juga memastikan bahwa detak ekonomi di Kilometer 0 Lokpon Kapiraya tetap berdenyut tanpa gangguan.
“Kami memberikan kenyamanan serta pastikan kepada masyarakat semangat Polsek dan Koramil masih berada di wilayah Kapiraya untuk monitor situasi paska penerikan pengamanan di Kapiraya,” pungkasnya.
(Ahmad)
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah