NASIONAL
Puan Minta Pemerintah Jangan Bikin Publik Panik soal Hantavirus
AKTUALITAS.ID – Munculnya kasus Hantavirus yang mulai menyita perhatian publik membuat Ketua DPR RI Puan Maharani angkat suara. Puan mendesak pemerintah bergerak cepat memberikan informasi yang akurat dan transparan agar masyarakat tidak terjebak kepanikan seperti saat awal pandemi Covid-19.
Puan menegaskan negara harus hadir lebih sigap dalam menghadapi ancaman penyakit menular, termasuk memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas mengenai risiko dan pola penyebaran Hantavirus.
“Pemerintah harus hadir lebih cepat dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi ancaman Hantavirus,” kata Puan, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, ketepatan informasi menjadi sangat penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak terseret arus ketakutan akibat simpang siur kabar yang beredar.
Sorotan terhadap Hantavirus sendiri meningkat setelah wabah virus tersebut menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius di Samudera Atlantik dan menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia.
Dunia internasional pun dibuat waswas karena salah satu varian Hantavirus, yakni Andes virus, diketahui dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 23 kasus Hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi dalam beberapa tahun terakhir. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Meski demikian, pemerintah menyebut jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian yang memicu wabah di kapal pesiar tersebut.
Puan meminta pemerintah menangani situasi ini dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berpihak pada perlindungan masyarakat.
Ia mengingatkan masyarakat saat ini masih sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah mengalami trauma panjang akibat pandemi Covid-19.
“Negara perlu memastikan setiap informasi mengenai penyakit menular disampaikan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak memunculkan ketakutan maupun kebingungan,” tegasnya.
Puan juga menyoroti pentingnya edukasi publik mengenai pola penularan Hantavirus, kelompok yang paling rentan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar ruang disinformasi tidak berkembang lebih cepat dibanding penanganan penyakit itu sendiri.
Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik kesehatan yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan langsung menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Masyarakat harus memahami situasi secara utuh, mulai dari pola penularan hingga tingkat risiko sebenarnya,” ujar Puan.
Selain komunikasi publik, Puan juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan sebagai langkah antisipasi jika kasus Hantavirus berkembang lebih luas di Indonesia. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL26/09/2026 06:00 WIBSurat ‘Bodong’ Jegal Calon BPK, Komisi XI DPR Diseret ke MKD
-
JABODETABEK26/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan Sabtu Ini
-
OASE26/09/2026 05:00 WIB7 Nama Rahasia Cahaya Muhammad di Tujuh Lapis Langit Ketuhanan
-
POLITIK26/09/2026 11:00 WIBSurvei Nyungsep! NasDem dan PAN Tertawakan Data Poltracking
-
JABODETABEK26/09/2026 06:30 WIBJakarta Punya 5 Lokasi SIM Keliling Sabtu Ini
-
JABODETABEK26/09/2026 07:30 WIBKenalan via IG Berujung Petaka, ABG Tangsel 5 Hari Disekap dan Dinodai di Jaktim
-
DUNIA26/09/2026 08:00 WIBOgah Tunduk pada AS! Presiden Iran Lempar Pilihan Pamungkas ke Trump
-
JABODETABEK26/09/2026 08:30 WIBMisteri Kerangka Manusia Muncul Lagi di Pasar Kemis