Connect with us

DUNIA

PBB Ungkap Fakta 38 Ribu Perempuan & Anak Gadis Dibantai di Gaza

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk perempuan (UN Women) mengungkapkan lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza sejak Oktober 2023 hingga akhir 2025 akibat serangan militer Israel.

Data yang dirilis UN Women pada Jumat (17/4/2026) menunjukkan bahwa jumlah korban tersebut mencakup lebih dari setengah dari total sekitar 71.000 kematian yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Juru bicara UN Women, Sofia Calltorp, menyebutkan bahwa korban terdiri dari lebih dari 22.000 perempuan dan 16.000 anak perempuan.

“Rata-rata setidaknya 47 perempuan dan anak perempuan tewas setiap hari selama periode konflik tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa.

UN Women juga memperingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya, mengingat banyak korban yang belum terdata dan diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Dalam laporan tersebut, UN Women menyoroti peningkatan signifikan proporsi korban perempuan dan anak dibanding konflik sebelumnya di Gaza.

Jika pada konflik 2008–2009 korban perempuan dan anak sekitar 15 persen, serta 22 persen pada konflik 2014, maka dalam konflik terbaru ini jumlahnya jauh lebih besar.

Selain korban jiwa, hampir 11.000 perempuan dan anak perempuan dilaporkan mengalami luka berat yang menyebabkan disabilitas permanen.

Perang berkepanjangan di Gaza juga mengubah struktur sosial masyarakat. Banyak rumah tangga kini dikepalai perempuan yang kehilangan pasangan dan harus bertahan tanpa penghasilan maupun akses layanan dasar.

Kondisi kemanusiaan semakin memburuk akibat keterbatasan akses bantuan serta penutupan jalur perbatasan di tengah konflik regional yang lebih luas.

Meski sempat terjadi gencatan senjata pada Oktober 2025, laporan menunjukkan kekerasan masih terus berlangsung. Setidaknya 766 warga Palestina dilaporkan tewas setelah kesepakatan tersebut.

“Pembunuhan terhadap perempuan dan anak perempuan masih terus terjadi meski ada gencatan senjata,” demikian pernyataan UN Women.

Data terbaru ini mempertegas besarnya dampak konflik Gaza terhadap kelompok paling rentan, sekaligus menjadi sorotan global terkait urgensi perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version