Connect with us

DUNIA

Prajurit PBB UNIFIL Tewas Dihantam Mortir di Lebanon

Aktualitas.id -

llustrasi patroli UNIFIL, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Seorang prajurit pasukan penjaga perdamaian PBB yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas akibat serangan mortir di Lebanon pada Kamis (4/6/2026) pagi waktu setempat.

Korban diketahui bernama Sersan Milovan Jovanivić, prajurit asal Serbia, yang tewas saat sedang bertugas menjaga pos di wilayah dekat Marjayoun, Lebanon selatan.

UNIFIL menyampaikan bahwa dalam insiden tersebut dua personel lainnya juga mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan di fasilitas medis milik UNIFIL.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan kerja korban.

“Semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Guterres, dikutip dari situs resmi PBB.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti dari mana tembakan mortir tersebut berasal. Namun, insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang kerap terlibat baku tembak di wilayah Lebanon selatan.

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pihak kepolisian setempat telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Israel dan Lebanon menyepakati perpanjangan gencatan senjata yang sebelumnya telah berlangsung. Namun, kesepakatan tersebut dilaporkan mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk sayap militer Hizbullah.

Sekjen PBB Antonio Guterres kembali menyerukan semua pihak untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata serta mematuhi hukum internasional, termasuk meminta Hizbullah untuk menghormati otoritas pemerintah Lebanon dan Israel untuk menarik pasukan dari wilayah utara Garis Biru. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version