Connect with us

EKBIS

Pengamat: Pelemahan Rupiah Bukan Faktor Musiman

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai pelemahan rupiah tidak dapat dijelaskan semata-mata sebagai fenomena musiman yang berulang setiap kuartal kedua.

Uchok berpandangan tekanan terhadap mata uang nasional mencerminkan persoalan ekonomi yang lebih mendasar dan belum terselesaikan.

Sebelumnya, Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan rupiah pada April hingga Juni dipicu meningkatnya kebutuhan dolar Amerika Serikat oleh korporasi untuk repatriasi dividen dan pembayaran kewajiban utang luar negeri. Bank Indonesia meyakini tekanan tersebut hanya bersifat sementara.

“Pernyataan Perry Warjiyo itu untuk membela diri di depan anggota DPR agar tidak disuruh mundur oleh para elite politik dan Presiden Prabowo Subianto,” kata Uchok dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai keyakinan rupiah akan menguat setelah Juni berpotensi menciptakan rasa aman semu bagi pengambil kebijakan. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah masih dapat berlanjut apabila akar persoalan ekonomi tidak segera dibenahi.

“Setelah Juni rupiah akan terus melemah. Rupiah akan merdeka dari intervensi BI, merdeka dari kendali Gubernur BI Perry Warjiyo, dan merdeka karena tidak memiliki kolateral yang cukup untuk memperkuat nilai mata uang tersebut,” ujarnya.

Uchok juga menyoroti tingginya beban utang pemerintah yang disebut telah mencapai sekitar Rp9.000 triliun. Sementara pembayaran pokok dan bunga utang pada 2026 diperkirakan mencapai Rp800 triliun.

Menurut dia, kondisi tersebut mulai memengaruhi persepsi investor dan kreditor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Brankas pemerintah seperti tertutup karena investor dan kreditor kabur. Mereka tidak mau masuk ke pasar keuangan karena melihat beban utang yang sangat besar,” katanya.

Selain faktor ekonomi, Uchok menilai tingkat kepercayaan investor turut dipengaruhi sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap menciptakan ketidakpastian di pasar.

Dirinya pun memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam beberapa bulan mendatang dan mengaitkan perkembangan nilai tukar dengan masa depan kepemimpinan Perry Warjiyo di Bank Indonesia. (Ari)

TRENDING

Exit mobile version