Connect with us

POLITIK

Bawaslu Petakan Kerawanan Pemilu 2029 dan Perkuat Pengawas

Aktualitas.id -

Anggota Bawaslu RI Puadi

AKTUALITAS.ID – Bawaslu RI mulai memetakan potensi kerawanan Pemilu 2029 dengan memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengawasan pemilu berjalan lebih efektif dan mampu mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran sejak dini.

Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan, penguatan SDM menjadi salah satu agenda utama dalam mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029. Evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu sebelumnya menjadi dasar dalam menyusun strategi pengawasan ke depan.

“Yang pertama adalah kita melakukan penguatan kelembagaan, terutama peningkatan SDM di lingkungan Bawaslu itu sendiri,” kata Puadi usai kegiatan Bawaslu Kampus Connect di Kampus UNJ, Rabu (22/7/2026).

Puadi menjelaskan, Bawaslu telah melakukan pemetaan terhadap berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi pada pemilu sebelumnya. Data tersebut menjadi bahan penyusunan strategi agar proses pengawasan pada Pemilu 2029 dapat dilakukan secara lebih terarah.

Menurut dia, pemetaan kerawanan dilakukan melalui Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Instrumen tersebut digunakan untuk mengetahui wilayah maupun tahapan pemilu yang memiliki potensi konflik atau pelanggaran.

“Kami sudah mulai memetakan berbagai dugaan pelanggaran pada pemilu sebelumnya. Ini menjadi modal dasar untuk mengantisipasi proses pengawasan ke arah yang lebih baik, terutama menuju Pemilu 2029,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan sistem pengawasan tidak hanya bergantung pada pemetaan kerawanan, tetapi juga kesiapan jajaran Bawaslu di seluruh tingkatan. Peningkatan kemampuan SDM dinilai penting agar pengawas pemilu mampu menghadapi dinamika politik dan perkembangan teknologi.

Selain penguatan internal, Bawaslu juga terus mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital. Perubahan pola komunikasi masyarakat dan meningkatnya aktivitas politik di ruang siber membuat pengawasan pemilu perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Puadi menambahkan, pengawasan pemilu ke depan tidak dapat lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Pemanfaatan teknologi digital dan analisis data menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pencegahan serta penanganan dugaan pelanggaran.

Bawaslu juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan masyarakat. Keterlibatan publik dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam membangun pengawasan pemilu yang partisipatif.

“Kami berharap seluruh langkah yang disiapkan ini dapat memperkuat kualitas pengawasan sekaligus mendukung penyelenggaraan Pemilu 2029 yang lebih berintegritas,” tutur Puadi.

TRENDING

Exit mobile version