NUSANTARA
Puluhan Santri Tumbang Usai Santap MBG di Garut
AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan santri dan guru di Pesantren Al Mansyur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, diduga mengalami keracunan makanan seusai menyantap hidangan yang disuplai dari SPPG Sindangsuka, Rabu (22/7/2026).
Insiden ini memicu kepanikan di lingkungan pesantren. Para korban dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan, mulai dari mual, muntah, pusing hingga kondisi tubuh melemah, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cibatu.
Jumlah korban pun terus bertambah. Hingga Rabu malam, sedikitnya 34 orang telah mendapatkan perawatan, sementara sejumlah santri lainnya masih dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadeli, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pemerintah desa bersama unsur terkait langsung bergerak begitu menerima laporan dugaan keracunan.
“Benar, ada siswa dan guru diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan program MBG. Saat ini mereka sudah mendapatkan penanganan di Puskesmas Cibatu,” ujar Ahmad.
Pemerintah desa juga langsung melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara cepat.
Sementara itu, Camat Cibatu Budi Darmawan mengatakan jumlah korban masih belum dapat dipastikan karena proses pendataan terus berlangsung. Sejumlah santri bahkan masih berdatangan ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan.
“Jumlah korban masih terus bertambah sehingga belum bisa dipastikan secara keseluruhan. Hingga saat ini masih ada santri yang datang ke Puskesmas Cibatu untuk diperiksa dan dirawat,” katanya.
Sekretaris Daerah Garut Nurdin Yana mengungkapkan, korban yang telah mendapatkan penanganan medis mencapai 34 orang. Sebagian besar merupakan santri, sementara beberapa lainnya adalah tenaga pendidik.
Menurut Nurdin, laporan pertama diterima sekitar pukul 13.00 WIB ketika tiga korban datang ke Puskesmas. Dalam waktu dua jam, jumlah pasien melonjak menjadi 23 orang dan terus bertambah hingga malam hari.
“Teman-teman tenaga kesehatan sigap melakukan upaya recovery. Setelah muncul gejala-gejala tersebut, para korban langsung dibawa ke Puskesmas,” ujar Nurdin.
Ia juga menyebut masih terdapat sekitar empat orang lainnya yang diduga mengalami gejala serupa, namun hingga malam belum datang untuk menjalani pemeriksaan medis.
Di sisi lain, aparat bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi para korban akan ditelusuri dan diperiksa sebagai bagian dari investigasi.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab dugaan keracunan, dan pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta investigasi dari instansi berwenang.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Namun, penyebab kejadian masih menunggu hasil penyelidikan resmi sehingga belum dapat dipastikan apakah gejala para korban memang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi dalam program tersebut. (Kusuma/Mun)
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
NASIONAL22/07/2026 10:00 WIBEddy Soeparo Yakin Antrean BBM Bakal Susut dalam Dua Pekan
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
EKBIS22/07/2026 10:30 WIBDolar AS Bikin Rupiah Tak Berkutik
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL