DUNIA
Media AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara
AKTUALITAS.ID – Sejumlah media Amerika Serikat menyoroti meningkatnya tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Donald Trump dalam melindungi sekitar 50 ribu personel militer AS yang ditempatkan di berbagai pangkalan di kawasan Timur Tengah. Sorotan itu menguat setelah laporan mengenai serangan rudal Iran yang disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Amerika.
Laporan The Wall Street Journal menyebut tiga rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada pekan lalu. Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, media tersebut melaporkan salah satu serangan mengenai barak prefabrikasi yang digunakan personel militer AS.
Peristiwa itu dinilai memperlihatkan tantangan serius yang dihadapi Washington dalam menjaga keamanan pasukannya di kawasan yang terus diliputi eskalasi konflik.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan dua prajurit AS tewas dan satu lainnya dinyatakan hilang akibat serangan terhadap pangkalan tersebut. Menurut pejabat AS, serangan di Yordania merupakan satu dari tiga serangan rudal yang terjadi dalam rentang waktu 24 jam.
Sementara itu, CBS News, mengutip informasi dari Pentagon, melaporkan hampir 100 personel militer AS mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan terhadap sejumlah pangkalan Amerika di Timur Tengah.
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat meski kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk menghentikan permusuhan yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Situasi berubah ketika militer Amerika Serikat kembali melancarkan sejumlah operasi terhadap Iran sejak 8 Juli, dengan alasan merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan dan menuduh Washington melanggar kesepakatan penghentian konflik.
Puncaknya, pada 9 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku, menandai kembalinya ketegangan terbuka antara kedua negara.
Meski demikian, klaim mengenai efektivitas serangan, jumlah korban, serta kemampuan sistem pertahanan udara berasal dari pernyataan dan laporan pihak-pihak terkait. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari perkembangan situasi yang terus dipantau dan dapat berubah seiring pembaruan resmi dari kedua belah pihak. (Mun)
-
NASIONAL06/09/2026 06:44 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Bandara Soetta Tutup
-
NASIONAL06/09/2026 09:00 WIBErupsi Anak Krakatau, Tiga Bandara Tutup Darurat Pagi Ini
-
JABODETABEK06/09/2026 08:30 WIBPonsel Rp18 Juta Turis India Hilang Dijambret
-
NUSANTARA06/09/2026 09:30 WIBErupsi Anak Krakatau Bikin Abu Bertebaran di Pandeglang
-
NUSANTARA06/09/2026 07:30 WIBDentuman Anak Krakatau Gegerkan Pandeglang
-
JABODETABEK06/09/2026 07:15 WIBBMKG Deteksi Abu Anak Krakatau di Sebagian Jakarta
-
JABODETABEK06/09/2026 06:30 WIBTabrakan Berantai Kembangan Renggut 3 Nyawa Sekeluarga
-
DUNIA06/09/2026 08:00 WIBTrump Anggap Konflik Iran Cuma Sepele Meski 18 Prajurit Gugur