Connect with us

OTOTEK

Modus Baru Penipuan AI Bikin Korban Rugi Ratusan Juta

Aktualitas.id -

Ilustrasi penipuan online, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Penipuan online memasuki babak baru yang jauh lebih berbahaya. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), para pelaku kini mampu membuat skema penipuan yang terlihat sangat meyakinkan, bahkan sulit dibedakan dari layanan resmi.

Modus ini tidak hanya menyebar luas di media sosial, tetapi juga mulai mengincar korban secara lebih personal hingga berpotensi menguras rekening dalam hitungan menit.

Para peneliti keamanan siber menyebut, teknologi AI murah saat ini sudah bisa digunakan untuk membuat gambar, suara, hingga situs web palsu yang tampak identik dengan aslinya.

Iklan Palsu Jadi Pintu Masuk Korban

Salah satu modus yang paling banyak memakan korban adalah iklan palsu di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Iklan ini meniru brand besar dengan diskon ekstrem, bahkan hingga 80 persen.

Korban diarahkan ke situs yang terlihat sangat profesional. Namun tanpa disadari, data pribadi hingga informasi kartu kredit bisa langsung dicuri.

Seorang jurnalis bahkan nyaris tertipu saat menemukan iklan sepatu bermerek dengan harga tidak masuk akal. Setelah ditelusuri, situs tersebut ternyata sudah menelan korban lain.

Deepfake: Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan

Modus kedua yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah penggunaan teknologi deepfake. Pelaku kini dapat memalsukan wajah dan suara seseorang secara real-time, termasuk saat video call.

Dengan teknik ini, penipu bisa menyamar sebagai anggota keluarga atau teman dekat, lalu meminta transfer uang secara mendadak.

“Sangat mudah dan sangat murah untuk melakukan panggilan video dengan penggantian wajah dan suara yang realistis,” ungkap peneliti keamanan siber Andrew Yoon.

Toko Online Palsu Semakin Meyakinkan

Modus ketiga adalah toko online palsu yang dibuat dengan AI. Situs ini tidak hanya meniru tampilan brand asli, tetapi juga menargetkan korban berdasarkan minat mereka.

Pelaku bahkan membayar iklan di platform besar untuk menjangkau calon korban secara spesifik.

FBI mencatat kerugian akibat penipuan siber mencapai puluhan miliar dolar, dengan sebagian besar kasus kini mulai melibatkan teknologi AI.

Peringatan Keras: Jangan Tergoda “Terlalu Murah”

Para ahli mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap semua bentuk penawaran yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Cara paling sederhana untuk menghindari penipuan adalah dengan memeriksa ulang situs, mencari ulasan di forum, dan tidak mudah percaya pada permintaan transfer uang mendadak.

Di era AI, ancaman bukan lagi sekadar link mencurigakan – tetapi juga wajah dan suara yang bisa terlihat 100% asli. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version