Connect with us

OTOTEK

Harga Terjangkau, MacBook Neo 2 Dipastikan Bakal Lebih Ngebut

Aktualitas.id -

MacBook Neo 2. Istimewa

AKTUALITAS.ID – Apple dikabarkan mulai mengembangkan MacBook Neo 2 dengan chip A19 Pro dan memori terintegrasi 12 GB, meski generasi pertamanya baru diperkenalkan beberapa bulan lalu. Langkah tersebut disebut menjadi upaya perusahaan asal Cupertino itu meningkatkan performa dan kemampuan kecerdasan buatan tanpa menghilangkan posisi MacBook Neo sebagai laptop berharga relatif terjangkau.

Informasi pengembangan MacBook Neo 2 berasal dari laporan jurnalis Bloomberg Mark Gurman yang dikutip GizChina pada Sabtu (25/7/2026). Apple belum mengonfirmasi keberadaan perangkat tersebut maupun jadwal peluncuran dan spesifikasi yang akan digunakan.

Peningkatan memori menjadi 12 GB diperkirakan menjadi salah satu perubahan utama. MacBook Neo generasi pertama menggunakan memori terintegrasi 8 GB yang cukup untuk kegiatan harian, seperti belajar, bekerja, menjelajah internet, dan menjalankan aplikasi produktivitas.

Namun, kapasitas tersebut dapat menghadapi keterbatasan ketika perangkat menjalankan fitur kecerdasan buatan secara langsung. Proses pembuatan gambar, peringkasan konten, dan penggunaan alat bantu menulis membutuhkan sumber daya memori lebih besar.

Tambahan memori pada MacBook Neo 2 berpotensi membuat Apple Intelligence bekerja lebih lancar. Pemrosesan tugas AI juga dapat lebih banyak dilakukan secara lokal atau on-device, sehingga perangkat tidak selalu bergantung pada layanan komputasi awan.

Peningkatan itu dinilai relevan bagi mahasiswa, pekerja, dan pengguna profesional pemula yang menjadi sasaran pasar MacBook Neo. Laptop tersebut berpeluang tidak hanya menjadi perangkat untuk kebutuhan dasar, tetapi juga lebih siap menghadapi perkembangan komputasi berbasis AI.

Selain memori, Apple dikabarkan akan membekali MacBook Neo 2 dengan chip A19 Pro. Chip itu disebut menggunakan GPU 5-core, lebih sedikit dibandingkan konfigurasi GPU 6-core pada iPhone 17 Pro.

Perbedaan konfigurasi tersebut bukan pola baru dalam strategi Apple. Perusahaan sebelumnya menggunakan jumlah inti GPU berbeda pada chip serupa yang dipasang di perangkat iPhone dan Mac.

Penyesuaian GPU diperkirakan berkaitan dengan efisiensi daya. Sebagai laptop yang dirancang untuk pemakaian sehari penuh, MacBook Neo membutuhkan keseimbangan antara performa, konsumsi energi, dan daya tahan baterai.

Pengurangan satu inti GPU dapat menjadi kompromi untuk menjaga penggunaan daya tanpa memangkas kemampuan perangkat secara signifikan. Faktor tersebut penting bagi mahasiswa maupun pekerja yang menggunakan laptop selama berjam-jam tanpa selalu terhubung dengan sumber listrik.

Meski memakai GPU 5-core, chip A19 Pro diklaim mampu menawarkan performa grafis sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan A18 Pro. Klaim itu belum dapat dipastikan hingga perangkat diuji atau diperkenalkan secara resmi.

Apabila peningkatan tersebut terealisasi, MacBook Neo 2 akan lebih mampu menangani penyuntingan video, pekerjaan kreatif ringan, dan aplikasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Kombinasi chip A19 Pro dan RAM 12 GB juga berpotensi mengurangi keterbatasan yang ditemukan pada generasi pertama saat menjalankan pekerjaan lebih berat.

Apple diperkirakan tetap mempertahankan harga MacBook Neo 2 pada kelas terjangkau. Strategi tersebut akan menjaga jarak produk itu dari MacBook Air dan MacBook Pro yang menawarkan spesifikasi serta fitur lebih tinggi.

Apple memperkenalkan MacBook Neo generasi pertama pada (4/3/2026). Model tersebut secara resmi memakai chip A18 Pro dengan CPU 6-core, GPU 5-core, Neural Engine 16-core, dan memori terintegrasi 8 GB. Perangkat itu juga mendukung Apple Intelligence dan memiliki daya tahan baterai hingga 16 jam.

Seluruh informasi mengenai MacBook Neo 2 masih berupa rumor. Hingga kini, Apple belum mengumumkan nama produk, konfigurasi perangkat keras, harga, maupun waktu peluncuran generasi berikutnya.

TRENDING

Exit mobile version