EKBIS
Rupiah Bangkit Usai Terjun Bebas
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah beberapa hari berada di bawah tekanan kuat. Pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7/2026), mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), memberikan angin segar bagi pasar keuangan domestik.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.28 WIB, rupiah berada di level Rp18.061 per dolar AS, menguat 67 poin atau sekitar 0,37 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.128 per dolar AS.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada waktu yang sama mencatat rupiah berada di kisaran Rp18.085 per dolar AS, menandakan penguatan masih bertahan pada awal sesi perdagangan.
Pemulihan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah mengalami tekanan cukup dalam. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 114 poin atau sekitar 0,63 persen ke level Rp18.128 per dolar AS, menjadi salah satu pelemahan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Di pasar spot, rupiah juga mulai menunjukkan perbaikan. Pada awal perdagangan, mata uang domestik bergerak di kisaran Rp18.090 per dolar AS, mencerminkan perubahan arah dibandingkan tekanan yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 0,40 persen. Di belakangnya menyusul ringgit Malaysia yang menguat 0,28 persen, kemudian yuan China naik 0,15 persen, peso Filipina bertambah 0,14 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen, dan baht Thailand naik 0,11 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang utama di Asia yang masih berada di zona merah setelah melemah sekitar 0,20 persen terhadap dolar AS.
Meski berhasil bangkit pada awal perdagangan, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah rupiah. Ketidakpastian ekonomi dunia, dinamika geopolitik, serta ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar keuangan.
Investor pun diperkirakan tetap berhati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru dari pasar global untuk memastikan apakah penguatan rupiah kali ini mampu berlanjut atau hanya menjadi rebound jangka pendek. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
EKBIS15/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Anjlok ke 5.917
-
NASIONAL15/10/2026 06:00 WIBKarhutla Makin Darurat, PKB Desak Status Bencana Nasional
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur
-
DUNIA15/10/2026 08:00 WIBASEAN Bahas Kabut Asap RI di KTT Manila November
-
JABODETABEK15/10/2026 05:30 WIBLangit Mendung Tapi Jaktim Tembus 37°C